Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Tidak mengerjakan pekerjaan rumah akibat menonton TV, seorang anak di China dihukum lanjut menonton TV sampai pagi. - Oddity Central
Harianjogja.com, HUNAN—Akibat terlalu banyak menonton televisi, seorang anak di China justru dibuat lebih banyak menonton televisi oleh orang tuanya. Pengasuhan ini kemudian memicu kontroversi di media sosial karena orang tuanya dianggap terlalu keras menghukum anak.
Melansir Oddity Central, hal ini bermula ketika sepasang orang tua yang di China dilaporkan meminta putra mereka yang berusia 8 tahun untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah lebih awal sehingga bisa tidur pada pukul 20.30 waktu setempat. Namun, begitu pulang dari bepergian, orang tuanya justru menemukan sang putra masih saja duduk di depan televisi dan asyik menonton tayangan favoritnya hingga melewati jam tidurnya.
Karena mengetahui sang putra belum juga mengerjakan PR, orang tua itu memutuskan memberinya pelajaran. Mereka memutuskan untuk membuatnya bergadang semalaman dengan menonton siaran televisi sebagai cara untuk menyapih mereka dari menonton televisi.
Dari rekaman CCTV rumah yang baru-baru ini menjadi viral di media sosial China, peristiwa itu terjadi pada malam 11 November lalu. Ketika orang tuanya pulang, bocah itu terlihat pergi ke kamar tidur. Namun, setelah orang tua itu memeriksa TV dan buku catatannya, mereka dengan cepat menyadari apa yang terjadi dan menyeret sang anak kembali ke ruang tamu.
Alih-alih diomeli, bocah itu justru kembali disuruh menonton televisi. Dia sebenarnya terlihat santai pada awalnya, tetapi seiring berjalannya waktu ia mulai memohon kepada ibunya untuk bisa tidur.
Sang anak berulang kali mencoba pergi ke kamarnya untuk tidur. Namun, dengan segera ibunya menyuruhnya kembali ke sofa untuk menonton TV lebih lama lagi. Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, si bocah terlihat menangis dan memohon kepada ibunya untuk diizinkan tidur, tetapi lagi-lagi tidak berhasil.
Merasa teramat mengantuk, sang anak akhirnya tertidur di sofa. Namun, lagi-lagi ia dibangunkan orang tuanya untuk kembali menonton televisi. Menurut info dari CCTV tersebut, bocah itu baru diperbolehkan tidur sekitar pukul 05.00 waktu setempat.
Bentuk hukuman ini telah menarik banyak perhatian warganet di China dan sebagian besar mengkritik pola pengasuhan tersebut. Di negara itu, ada yang dikenal sebagai ‘pengasuhan harimau’, yang merujuk pada pengasuhan otoriter oleh orang tua. Meskipun bocah itu mungkin telah diberi pelajaran dan mungkin akan menghindari TV untuk sementara waktu, banyak orang di media sosial bertanya-tanya apakah hal yang dilakukan itu sepadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Instagram menghadirkan fitur baru Instants untuk berbagi foto spontan yang hanya bisa dilihat satu kali dan hilang otomatis setelah 24 jam.
Cristiano Ronaldo berpeluang meraih dua trofi bersama Al Nassr akhir pekan ini sambil terus memburu target 1.000 gol karier.
Bekerja sama dengan SMK Bhumi Phala Parakan Temanggung, Astra Motor Yogyakarta menggelar pelatihan Safety Riding intensif bagi para siswa
Lazio dipastikan absen dari kompetisi Eropa dua musim beruntun usai kalah dari Inter Milan di final Coppa Italia 2025-2026.