Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi kanker payudara.-Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Selama ini, banyak orang meyakini bahwa kanker payudara disebabkan oleh keturunan. Padahal, banyak faktor lain dapat berperan.
Dokter spesialis bedah onkologi di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Erwin Danil Yulian menegaskan bahwa meskipun faktor genetik atau keturunan dapat berperan, namun faktor-faktor lainnya seperti faktor hormonal serta gaya hidup juga turut menyumbang terhadap potensi terjadinya kanker payudara.
Ia mengungkapkan dari lima pasien kanker payudara, empat di antaranya tidak berasal dari faktor genetik, melainkan faktor lainnya seperti hormonal. “Pengaruh hormon itu sangat besar terhadap timbulnya kanker payudara,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (14/10/2022).
Selain itu, gaya hidup yang buruk juga berpotensi memicu timbulnya kanker payudara. Oleh karena itu, Erwin meminta masyarakat agar menerapkan gaya hidup seimbang dan sehat.
Hal itu bisa dimulai dengan mengonsumsi asupan nutrisi yang seimbang, rajin berolahraga, mengendalikan stres, dan meminimalkan faktor risiko lainnya.
Erwin menerangkan angka kejadian kanker payudara saat ini cukup tinggi dan semakin lama semakin bertambah.Di Amerika Serikat pada tahun 2020 ada 276.000 kasus baru. Sementara di Indonesia berdasarkan data Globocan tahun 2020 terdapat 65.000 kasus per tahun.
Ia mengingatkan bahwa kanker payudara merupakan kanker urutan pertama di Indonesia dan merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia. Oleh sebab itu, peran dari upaya-upaya pencegahan menjadi sangat penting untuk menghindari kejadian kanker payudara di Indonesia.
“Sayangnya, walaupun 65.000 kasus [dibandingkan Amerika], yang datang ke fasilitas kesehatan mayoritas sudah stadium lanjut, hampir 67-70% stadium lanjut, sehingga tidak banyak upaya yang dapat kami kerjakan pada pasien-pasien tersebut,” kata Erwin.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara ialah dengan teknik Sadari atau Periksa Payudara Sendiri. Teknik ini bisa dipraktikkan setiap bulan sebagai bentuk pencegahan kanker payudara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.