Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Ilustrasi korset/hellosehat
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh ramping selain dengan mengatur pola makan adalah dengan menggunakan korset.
Namun perlu Anda ketahui bahwa menggunakan korset tetap ada waktunya. Apalagi jika menggunakan korset setiap hari dalam jangka yang panjang maka bisa menimbulkan masalah serius.
Berikut ini beberapa masalah yang ditimbulkan dari keseringan memakai korset, dilansir dari hellosehat:
Menurut dr. Christopher Ochner, pakar kesehatan dari Mount Sinai Hospital di Amerika Serikat, efek pakai korset terlalu lama bisa membuat Anda sulit bernapas. Lebih lanjut, dr. Christopher Ochner juga meningatkan bahwa beberapa wanita dilaporkan pingsan karena memakai korset terlalu ketat seharian sehingga saluran pernapasannya terhambat. Ini disebabkan oleh kapasitas paru-paru yang menurun akibat terhimpit tekanan kuat dari korset.
Selain masalah pernapasan, Anda yang sering memakai korset atau waist trainer juga rentan terhadap gangguan pencernaan. Pasalnya, sama seperti paru-paru yang terhimpit, begitu juga dengan sistem pencernaan Anda. Usus dan lambung jadi harus bekerja lebih keras dalam menggerakkan dan mencerna makanan. Tekanan dari korset juga bisa memicu penyakit GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease), yaitu kondisi di mana asam lambung naik melawan gravitasi menuju tenggorokann melemahkan katup lambung.
Tulang-tulang wanita dari abad ke-18 yang dipelajari para ahli menunjukkan bahwa penggunaan korset ketat dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kerusakan atau kelainan bentuk tulang. Tulang rusuk para wanita di Inggris dan Perancis tersebut membengkok dan membentuk huruf S. Jika sudah lebih parah, kerusakan ini bisa saja mengakibatkan cedera tulang, misalnya retak atau menusuk organ dalam tubuh. Akan tetapi, hal ini belum pernah tercacat dalam sejarah medis.
Atrofi adalah penyusutan atau pengecilan organ serta jaringan dalam tubuh. Dalam kasus ini, memakai korset setiap hari berisiko menyebabkan atrofi dinding perut dan atrofi otot perut bagian samping (oblique). Akibatnya, bukannya terlihat sehat dan kencang, massa otot di perut pun justru melemah. Jika Anda mengalami atrofi, Anda mungkin jadi tidak kuat berdiri kelamaan tanpa penopang atau sandaran apa pun. Apalagi kalau Anda sedang tidak mengenakan korset.
Mengikat pinggang, perut, dan punggung bawah Anda dengan korset akan mengakibatkan peredaran darah tidak lancar. Terutama pada punggung bawah yang bertugas untuk menunjang postur tubuh Anda. Karenanya, punggung jadi terasa nyeri, kaku, dan kebas. Ketika melepas korset pun Anda cenderung membungkuk karena punggung bawah tidak kuat menopang beban tubuh Anda setelah seharian mendapat tekanan berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.