Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Ilustrasi pembalut./shutterstock
Harianjogja.com, JOGJA-Pantyliner atau pembalut berukuran kecil banyak digunakan kaum wanita saat darah haid yang keluar tinggal sedikit. Namun ada pula yang memakainya setiap hari dengan alasan keputihan atau flek yang seringkali muncul di luar jadwal menstruasi.
Apakah hal itu membahayakan?
Menurut dr. Jessica Shepherd, seorang spesialis kandungan dan kebidanan yang dilansir dari hellosehat.com, memakai pantyliner setiap hari tidak bahaya asalkan rutin diganti paling lama setiap 4 jam.
Seperti halnya pembalut, sebenarnya pantyliner sendiri bersifat aman bagi kesehatan vagina. Namun, yang perlu Anda hindari adalah penggunaannya yang terlalu lama dan jarang diganti.
Baca juga: Sebaiknya Berapa Kali Ganti Pembalut saat Haid?
Pasalnya, jarang mengganti pantyliner akan mendatangkan berbagai risiko kesehatan, antara lain:
Salah satu bahaya memakai pantyliner setiap hari dan jarang diganti adalah berisiko menyebabkan iritasi pada vulva atau bibir vagina yang bersentuhan dengan produk tersebut. Ini biasanya terjadi karena pantyliner yang dijual di pasaran biasanya tidak terbuat dari 100% katun yang lembut dan aman untuk kulit.
Akibatnya, gesekan dengan pantyliner yang terjadi selama seharian penuh lebih berisiko menimbulkan iritasi daripada gesekan dengan bahan pakaian dalam yang lembut.
Melansir jurnal Environment International, berbagai produk pantyliner saat ini sudah dicampur dengan beberapa bahan pewangi yang mengandung volatile organic compounds (VOCs)
Bagi orang-orang yang sensitif terhadap bahan tersebut, bahkan memakai pantyliner sekali saja sudah bisa menimbulkan reaksi alergi pada area vagina seperti gatal, rasa terbakar dan kulit kemerahan.
Vagina yang sehat adalah yang bisa ‘bernapas’ dan mendapat sirkulasi udara yang cukup. Pori-pori pada celana dalam sebenarnya berfungsi untuk membantunya agar cukup mendapatkan udara. Sementara jika Anda menggunakan pantyliner, pori-pori tersebut akan tertutupi oleh bagian plastik pantyliner yang menempel pada celana dalam.
Akibatnya area kewanitaan tidak mengalami sirkulasi udara yang baik sehingga membuatnya lembap dan hangat. Area yang lembap dan hangat sangat disukai oleh bakteri dan jamur penyebab infeksi vagina.
Untuk mencegah bahaya penggunaan pantyliner, pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut.
- Rutinlah mengganti pantyliner maksimal 4 jam sekali.
- Pastikan vagina Anda kering agar tidak lembab saat mengenakannya.
- Hindari penggunaannya sepanjang hari, lepaslah sesekali untuk memberi kesempatan vagina untuk ‘bernapas’
- Pilihlah jenis yang tidak mengandung pewangi atau zat kimia berbahaya lainnya.
- Kenakanlah celana dalam berbahan katun untuk mencegah lembab di area kewanitaan.
- Saat tidur sebaiknya lepaskan pantyliner dan pakaian dalam. Kenakanlah celana yang longgar, rok atau sarung agar vagina lebih mudah terkena udara.
Untuk mencegah infeksi, bersihkan vagina dengan pembersih khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine supaya jamur, bakteri, dan parasit lainnya tidak bertengger di vagina.
Jadi, memakai pantyliner setiap hari tidaklah bahaya, asalkan tetap menjaga kebersihannya. Namun, penggunaan setiap hari tanpa alasan yang jelas sebaiknya tetap dihindari agar vagina bisa bernapas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.