Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Memberi amplop Lebaran untuk anak-anak sudah menjadi kebiasaan di Indonesia saat Idulfitri. Tradisi yang juga disebut dengan fitrah ini dilakukan orang tua atau siapapun yang sudah bekerja kepada anak-anak di lingkungannya.
Nominalnya pun bebas tergantung kemampuan. Agar lebih menarik, amplop yang dipakai adalah yang bergambar karakter kartun.
Mendekati Lebaran seperti ini, di media sosial mulai bermunculan hiburan atau meme-meme seputar amplop Lebaran. Seperti yang dibagikan akun Instagram @merapi_uncover hari ini, Kamis (28/4/2022).
Akun tersebut membagikan poster berisi standar isi amplop Lebaran di Jogja sesuai dengan upah minimum regional (UMR) daerah setempat. Meski hanya lelucon, konten ini bisa dikatakan terniat karena memaparkan rincian besaran fitrah termahal hingga termurah.
"Pasaran isi amplop lebaran UMR Jogja," judul dalam poster tersebut.
Baca juga: Mau Cuan? Ini 7 Ide Bisnis yang Bisa Anda Coba saat Ramadan
Ada enam tipe anak yang didaftar sebagai penerima. Satu dengan yang lain berbeda besarannya. Keenamya ditulis dengan bahasa Jawa.
Berikut ini daftar enam tipe anak yang diberi fitrah:
Anake sedulur cerak atau anak dari saudara dekat sebesar Rp50.000
Anake sedulur adoh (anaknya saudara jauh) Rp20.000
Anake tetangga (anak tetangga) Rp10.000-Rp20.000
Anake konco cerak (anak teman dekat) Rp20.000
Bestie ne anakmu (sahabat baiknya anak) Rp20.000
Grombolan bocah ujung (gerombolan anak-anak yang bersilaturahmi ke rumah-rumah warga) Rp2.000-Rp5.000
Di bagian bawah poster tersebut diberi tanda bintang dan ditulis keterangan bahwa nominal bisa berubah tergantung pekewuh. Pekewuh dalam Bahasa Indonesia adalah rikuh atau canggung.
"kasian orang yang cuma ngasih 20K buat keponakan yang udah baca post ini. si anak pasti kecewa. liat di IG bakal dapet 50K ternyata cuma dapet 20K terus malah jadi rewel, semoga yg baca post ini adalah anak2 yang udah ngerti "guyon"," komentar warganet.
Isi postingan tersebut memang bukan menjadi standar mutlak bagi warga Jogja yang ingin memberi fitrah untuk anak-anak di lingkungannya. Konten ini juga sebatas hiburan di bulan Ramadan.
Kuncinya dalam memberi adalah sesuai kemampuan dan ikhlas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.