SUV atau MPV Mana yang Lebih Cocok untuk Keluarga?
SUV dan MPV sama-sama populer sebagai mobil keluarga. Simak perbedaan keduanya dari sisi kenyamanan, performa, kabin, hingga kemampuan melintasi berbagai medan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Investasi properti masih menjadi pilihan yang tetap digemari oleh banyak orang. Tidak hanya stabil, nilai jual properti juga terus meningkat. Selain itu, dengan melakukan investasi properti maka risiko yang akan dihadapi juga lebih kecil.
Berikut alasan kenapa Anda harus berinvestasi properti :
1. Inflasi properti
Setiap tahun, inflasi pasti akan terjadi. Inflasi juga memengaruhi produk turunan properti seperti cat dan semen. Hal ini akan berdampak kepada nilai suatu properti.
2. Tanah semakin langka
Harga tanah akan semakin mahal, karena tanah semakn langka. Tentu ini sejalan dengan dengan prinsip ekonomi, barang yang langka akan semakin mahal.
3. Penduduk terus bertambah
Penduduk terus bertambah seiring waktu berlalu. Mereka butuh tempat tinggal, sehingga tanah kosong menjadi langka. Hal ini tentu akan berdampak kepada harga properti ke depan.
4. Perkembangan kelas menengah
Semakin pesat pertumbuhan jumlah kelas menengah dan keluarga berpenghasilan ganda, akan semakin cepat pula menaikkan harga properti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SUV dan MPV sama-sama populer sebagai mobil keluarga. Simak perbedaan keduanya dari sisi kenyamanan, performa, kabin, hingga kemampuan melintasi berbagai medan.
Harga Bitcoin naik ke 65.500 dolar AS, didukung sentimen regulasi, arus dana ETF, dan optimisme investor institusi.
Sengketa kerja sama pengelolaan Hotel Elsotel Purwokerto berakhir damai melalui mediasi di Pengadilan Negeri Purwokerto.
Imigrasi Jakarta Utara mendeportasi 10 WNA China yang bekerja sebagai buruh bangunan menggunakan visa kunjungan di Penjaringan.
Pelajari cara menggunakan ChatGPT mulai dari membuat akun, menyusun prompt, hingga memanfaatkan berbagai fiturnya secara optimal.
Transaksi emas digital di ICDX mencapai Rp172,7 triliun pada semester I 2026, melonjak 601% seiring meningkatnya minat investasi masyarakat.