Kereta Trans Sumatra Dipercepat, China & Rusia Incar Trans Kalimantan
KAI menyiapkan roadmap Trans Sumatra, sementara China dan Rusia mulai menjajaki investasi proyek Kereta Trans Kalimantan.
Ashanty/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Selebritas Ashanty angkat bicara lantaran tengah menjadi sorotan usai dinyatakan positif Covid-19 sepulang melakukan perjalanan ke Turki bersama keluarganya.
Ibu sambung Aurel Hermansyah ini pun merangkum segala cibiran dari warganet dalam salah satu unggahan di akun Instagramnya, saat kembali dari Turki.
Salah satunya, Ashanty menanggapi warganet yang menyebutnya sebagai beban begara dan mengkhawatirkan orang-orang yang berada satu pesawat dengan Ashanty ke Indonesia.
Artis berusia 37 tahun itu tegas mengatakan, bahwa dia bukan beban negara.
"Beban negara kalau saya di Wisma Atlet. Ini saya di rumah sakit, isolasi dan tanggungan sendiri dan kalau [positif Covid-19] saya tidak mungkin bisa pulang. Selama di pesawat enggak boleh lepas masker selain makan," tulis Ashanty di akun instagram @ashanty_ash, Jumat (7/1/2022).
Lebih lanjut, dikutip melalui Instagram @ashanty_ash, Ashanty mengaku sangat sedih mengapa di Indonesia sampai saat ini masih banyak orang yang menebar kata-kata kebencian.
"Buat kalian yang mencaci di saat kondisi aku lagi begini aku ucapkan terima kasih. Semoga kalian diberikan kesehatan. Kalian nggak pernah tahu alasan seseorang untuk melakukan sesuatu, tetapi begitu ringan menghujat. Kalian tidak pernah tahu isi hati orang lalu bisa seperti yang paling paham," tulisnya.
Dia memerinci, bahwa keluarganya telah mengikuti aturan dan prosedur yang telah diterapkan pemerintah.
“Setelah bepergian pun kalian hujat dengan seenaknya, tanpa memikirkan perasaan orang yang kalian mungkin nggak tau kondisi hati, psikis dan lainnya. Kasus Covid-19 setiap hari bertambah dan bermutasi selama dua tahun ini, dan kita nggak pernah tahu sampai kapan,” tulisnya.
BACA JUGA: Hubungan Pertemanan Bisa Jadi Cinta, Ini Tandanya
Dia menyayangkan respons dari warganet yang mudah mencaci orang lain, bahkan disebutkan masyarakat pun mengecam sebelum mengetahui alasan seseorang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Ashanty pun menyebut, bahwa dirinya menerima segala konsekuensi yang didapatnya dengan menjalankan karantina.
"Kecuali saya kabur saat positif, kecuali saya diam-diam pulang ke rumah, saya bahkan diam di rumah sakit dari kemarin supaya tidak terjadi kegaduhan nanti dibilang diam-diam saja positif, saya tulis saya positif dibilang klarifikasi," tutur Ashanty.
Dia menjelaskan dengan kejadian ini dirinya semakin tahu siapa yang benar-benar sayang atau tidak.
"Jadi tahu sih siapa yang benar-benar sayang sama kita dan siapa yang tidak. Jadi tahu juga mana yang benar teman dan yang bukan. Yang selalu komentar, tanpa bertanya dulu alasan kita," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
KAI menyiapkan roadmap Trans Sumatra, sementara China dan Rusia mulai menjajaki investasi proyek Kereta Trans Kalimantan.
Rem motor macet bisa membuat roda seret dan membahayakan pengendara. Kenali delapan penyebab utama serta cara mengantisipasinya.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam