Truk Muatan Kertas Tabrak Kendaraan dan Rumah, Empat Orang Tewas
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Dalam pekerjaan tertentu, seseorang bisa saja mendapatkan beban kerja yang lebih besar dibanding karyawan lainnya. Hal itu bisa menyebabkan masalah bagi sebagian karyawan. Bahkan, beban kerja yang berlebihan, tanpa mendapat libur yang cukup bisa mengurangi produktivitas pekerja dan demotivasi. Lantas, bagaimana cara agar tetap produktif meski beban kerja berat?
Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap produktif meski beban kerja berat
“Mungkin ada kalanya beban kerja Rekanaker merasa sedang berat-beratnya. Tenang, Rekanaker tidak perlu khawatir karena ada kok beberapa cara yang bisa Rekanaker lakukan untuk tetap produktif dalam bekerja. Lakukan beberapa tips yang Minaker berikan berikut ini ya,” tulis akun Kementerian Ketenagakerjaan, dikutip Minggu (2/1/2022).
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap produktif meski beban kerja berat:
1. Luangkan waktu untuk tenangkan pikiran
2. Istirahat! Luangkan waktu untuk berjalan di sekitar tempat kerja
3. Cicil pekerjaan sedikit demi sedikit
4. Terapkan manajemen waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
ESDM menyatakan Indonesia masih bertahan dalam survival mode menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.