SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Ilustrasi seseorang yang tidak bahagia/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Kita semua seringkali mengalami kekecewaan dan kesulitan sepanjang hidup kita. Namun tahukah Anda bahwa penderitaan ini semua tergantung pada bagaimana kita memandang hal-hal ini?
Profesor sekaligus Kepala Psikiatri dan Pengobatan Perilaku Bindu Menon menjelaskan penderitaan seseorang semakin memburuk saat mereka percaya pada hitam dan putih suatu situasi, dan tidak ingin mengambil jalan tengah.
Anda perlu memahami dan menyadari bahwa hidup ini terkadang bisa menjadi abu-abu dan tidak apa-apa untuk merasa menderita. Tetapi, memperburuk alasan untuk merasa menderita dapat menghabiskan banyak waktu dalam hidup Anda.
Direktur Departemen Kesehatan Mental dan llmu Perliaku Fortis Heatlhcare Samir Parikh menambahkan bahwa ini tergantung pada bagaimana kita melihat kepuasan dan bagaimana kita melihat situasi ketika harapan tidak terpenuhi.
"Baik itu pribadi, keuangan, pekerjaan atau akademis, semuanya bermuara pada bagaimana kita menangani suka, duka, dan kekecewaan," kata Parikh.
Nah bila Anda masih belum paham dan sadar apa saja kebiasaan yang membuat Anda merasa menderita dan tidak bahagia, berikut lima kebiasaan tersebut melansir Health Shots, Rabu (15/12/2021).
Pemicu terbesar yang dapat membuat Anda merasa menderita dan tidak bahagia sepanjang waktu adalah perasaan tidak puas dalam hidup Anda.
Untuk mengatasi kebiasaan ini, Anda perlu memiliki kemampuan untuk menemukan kepuasan. Begitu Anda menemukan kepuasan itu, Anda hanya perlu menghadapinya saja.
"Penting untuk dicatat bahwa di setiap momen baik,akan ada beberapa momen sulit di sana dan kehidupan tentu saja mengalami pasang surut. Oleh karena itu, merasakan kepuasan adalah suatu keharusan untuk menjalani hidup," kata Parikh.
Menurut Menon, cara tercepat untuk merasa tidak bahagia dan menderita adalah ketika Anda mencoba untuk menyenangkan semua orang setiap saat.
Perlu diingat bahwa Anda tidak bisa membuat semua orang bahagia. Yang paling penting adalah bagaimana Anda bisa membahagiakan diri Anda sendiri dan menghadapi masalah dalam hidup Anda, karena orang lain tidak akan menambah kebahagiaan Anda. Bahkan terkadang, mereka bisa menjadi alasan terbesar Anda merasa tidak bahagia dan menderita.
Oleh karena itu, berhentilah menjadi orang yang menyenangkan dan mulailah menyenangkan diri Anda sendiri.
Beberapa orang cenderung menunda tugas untuk mencapai tujuan mereka atau untuk melakukan obrolan yang mereka takuti. Menurut Menon, sikap-sikap ini mengarahkan kita pada hasil yang bermasalah dan meningkatkan konflik dalam diri sendiri atau antara satu sama lain.
Nah yang tidak kita sadari adalah kebiasaan menunda-nunda ini dapat menjadi racun dan mengambil kebahagiaan dari hidup Anda dalam jangka panjang. Jadi, cobalah untuk mengurangi kebiasaan menunda-nunda ini.
Sikap kita berperan penting dalam pikiran yang sehat dan kehidupan yang bahagia. Mengubah respons kita saat menerima emosi negatif dapat membantu Anda mengurangi stres. Apabila Anda merasa sikap Anda, baik negatif atau positif tidak bekerja untuk Anda dalam suatu situasi, cobalah untuk mengadopsi cara yang lebih sehat untuk menghadapinya.
Sebetulnya, kebahagiaan tidak perlu dikejar karena kebahagiaan sendiri ada di dalam diri kita. Menemukan kebahagiaan dari luar diri Anda tidak hanya membuat Anda lelah, tetapi juga membuat Anda menderita.
Kebahagiaan bisa Anda temukan dalam hal-hal kecil, terutama saat Anda sedang bersama keluarga dan teman-teman Anda. Mereka dapat mencegah Anda untuk menempatkan diri kedalam keadaan yang menyedihkan.
Perspektif dan respons Anda terhadap situasi kehidupan dapat menyelamatkan Anda dari banyak penderitaan dan ketidakbahagiaan. Untuk memudahkan hidup Anda dan tentunya membuat Anda bahagia, para ahli merekomendasikan beberapa cara berikut:
- Selalu memiliki pendekatan dalam memecahkan masalah
- Selalu mengenali apa yang baik dan selalu merayakan hal baik tersebut
- Teruslah berbicara dengan orang lain saat Anda sedang berjuang
- Lihatlah situasi dengan cara yang realistis dan pertimbangkan sisi positif dan negatifnya
- Mencari bantuan pada saat dibutuhkan dapat mencegah Anda merasa menderita dan tidak bahagia
- Mengidentifikasi dan menerima emosi negatif, kemudian ubah respons Anda terhadap situasi tersebut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.