Komet Langka Muncul di 2026, Hanya Sekali Seumur Hidup
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Ilustrasi vaksin Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Apakah Anda tertarik untuk melakukan perjalanan internasional di tahun 2022? Perhatikan bahwa Anda mungkin memerlukan suntikan penguat atau booster COVID-19 sebelum Anda pergi.
Ini karena semakin banyak negara mengumumkan bahwa mereka akan menetapkan tanggal kedaluwarsa untuk sertifikat vaksin.
Sampai sekarang, negara-negara berikut telah menetapkan tanggal kedaluwarsa, dan kemungkinan semakin banyak negara akan menerapkan hal yang sama.
Berikut 5 negara yang menerapkan tanggal kedaluwarsa vaksin covid-19 seperti dilansir dari Times of India :
Kroasia menjadi negara pertama yang menetapkan masa berlaku maksimum sertifikat vaksin COVID-19. Awalnya, negara menetapkan persyaratan bahwa pelancong harus divaksinasi lengkap tidak lebih dari sembilan bulan sebelum kedatangan, yang kini telah diperpanjang menjadi satu tahun sebelum kedatangan.
Pada bulan Agustus, Austria mengumumkan bahwa sertifikat vaksinnya hanya berlaku selama sembilan bulan setelah vaksinasi penuh, yang kemudian diperpanjang menjadi sekitar satu tahun. Sesuai situs web Pariwisata Austria, sertifikat vaksin berlaku selama 360 hari setelah dosis kedua untuk vaksin 2 dosis. Selanjutnya, sesuai dengan otoritas Austria, vaksin yang hanya memerlukan satu dosis, akan tetap berlaku sejak hari ke-22 setelah dosis itu, dan selama 270 hari sejak tanggal vaksinasi. Selain itu, mereka yang telah pulih dari COVID-19 akan diizinkan masuk ke negara itu hingga 180 hari sejak infeksi.
Swiss juga membuka perbatasannya bulan lalu untuk pelancong yang divaksinasi penuh. Namun, sesuai laporan terbaru, otoritas kesehatan Swiss kemungkinan akan mempertimbangkan bahwa seseorang divaksinasi penuh hanya untuk jangka waktu 12 bulan sejak tanggal vaksinasi lengkap.
Karena Asia terus terbuka untuk pariwisata, negara-negara mengadopsi pendekatan yang hati-hati. Vietnam adalah salah satu negara yang bergerak maju dengan pendekatan yang lambat dan hati-hati. Sesuai laporan, negara itu akan memulai program percontohan pada bulan depan, yang akan menawarkan sejumlah terbatas turis asing yang divaksinasi penuh masuk bebas karantina ke Phu Quoc, sebuah wilayah yang dikenal dengan pantainya yang indah. Namun, ada tangkapan dan itu adalah pelancong harus menerima suntikan vaksin kedua setidaknya 14 hari sebelumnya, atau belum lebih dari 12 bulan sebelum kedatangan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Israel baru-baru ini memperketat pembatasan untuk COVID Green Pass negara itu, yang diperlukan untuk memasuki tempat-tempat dalam ruangan. Sesuai laporan terbaru, tiket untuk mereka yang telah menerima suntikan vaksin COVID atau mereka yang telah pulih dari COVID-19, sekarang akan tetap berlaku hanya selama enam bulan, setelah tanggal pemulihan mereka atau vaksinasi selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Putri Kusuma Wardani target semifinal China Open 2026 setelah lolos 16 besar. Ingin raih pencapaian Super 1000 pertama. Simak pernyataan lengkapnya di sini.
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026
Aleksander Ceferin memboikot final Piala Dunia 2026 sebagai protes terhadap keputusan FIFA dalam kasus Folarin Balogun. Konflik FIFA dan UEFA kembali memanas.
Gojek menerima penghargaan kategori Platform Integrasi Budaya dan Mobilitas Digital.
Tim SAR gabungan mengintensifkan pencarian Taufan Aktafiama yang tenggelam di Sungai Oya, Bantul, dengan drone sonar dan penyelam.