Listrik Sumatra Mulai Nyala Lagi, PLN Ungkap Biang Kerok Gangguan
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Ilustrasi/epochtimes
Harianjogja.com, JAKARTA – Influenza adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini mengakibatkan sakit ringan hingga berat dan dapat berakibat pada kematian.
Dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, anak-anak adalah penular virus influenza, namun morbiditas dan mortalitas lebih sering terjadi pada orang tua dan kelompok berisiko tinggi.
“Anak-anak usia 5 hingga 9 tahun menunjukkan tingkat infeksi tertinggi, namun morbiditas dan mortalitas lebih sering terjadi pada orang tua dan pada kelompok risiko tinggi tertentu. Morbiditas, mortalitas dan kelompok risiko yang terkena hampir sama di seluruh dunia,” kata dr Nadia dalam konferensi pers World Flu Day 2021 yang diadakan secara daring pada Jumat (19/11/2021).
Melihat betapa bahayanya penyakit influenza, penting untuk mendapatkan vaksin influenza setiap tahunnya. WHO juga telah merekomendasikan wanita hamil, anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, lansia diatas 65 tahun, individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, penyakit paru/jantung kronis, serta HIV/AIDS, traveler dengan penyakit komorbid, serta tenaga medis untuk mendapatkan vaksinasi influenza.
Prof. DR. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menjelaskan, vaksin influenza dapat membantu menurunkan beberapa risiko penyakit.
“Pada tenaga medis, vaksin influenza dapat melindungi individu tenaga medis dan mencegah penyebaran ke pasien. Pada penderita diabetes mellitus, vaksin influenza dapat menurunkan risiko terinfeksi virus influenza, rawat inap, perawatan di ICU dan kematian. Sementara pada penderita kardiovaskular, vaksin influenza dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung hingga 67 persen, serta menurunkan risiko terkena stroke hingga 24 persen,” jelas Prof. Samsuridjal.
Selain itu, mendapatkan vaksin influenza saat pandemi Covid-19 sangat penting. Ini karena infeksi influenza dapat meningkatkan risiko co-infection Covid-19 maupun sebaliknya.
Sebuah hasil penelitian menunjukkan, vaksinasi influenza mampu mengurangi keparahan dari penderita Covid-19.
“Dalam penelitian tersebut, orang-orang yang sudah divaksin influenza, perawatan rumah sakitnya rendah, kemudian kematiannya juga rendah pada orang-orang yang dirawat dengan Covid,” jelas Prof. DR. Dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF).
Dia juga menambahkan, vaksin influenza menjadi sangat penting untuk anak-anak karena hingga saat ini, belum ada vaksin Covid-19 untuk anak-anak di bawah 12 tahun.
“Vaksin influenza ini sudah terbukti imunogenik, aman, dan halal untuk pemakaian di Indonesia. Hingga saat ini belum ada vaksin Covid untuk anak usia 12 tahun ke bawah, maka dari itu, berikanlah dulu vaksin influenza karena bisa mulai di vaksin di usia 6 bulan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Dishub Sukoharjo pasang barikade di tikungan tajam jalur Sukoharjo-Klaten untuk tekan kecelakaan. Ini kondisi terbaru di lapangan.
Meta meluncurkan paket langganan Instagram (IG), Facebook (FB), dan WhatsApp (WA) dengan fitur premium serta uji coba layanan AI berbayar.
Pria mengaku ketua RT di Bantul tipu kelompok tani dan bawa kabur pompa air. Pelaku ditangkap setelah jejaknya terekam CCTV.
Isoflavon kedelai terbukti membantu meredakan gejala menopause. Simak manfaat, dosis, dan cara konsumsinya menurut ahli.
Bantul catat 26.245 hewan kurban pada Iduladha 2026. DKPP temukan kasus cacing hati, namun daging tetap aman dikonsumsi.