Persis Degradasi ke Liga 2, Tangis Suporter Pecah di Solo
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Golongan darah
Harianjogja.com, JAKARTA – Setiap orang pada dasarnya memiliki golongan darah yang berbeda-beda. Ada golongan darah A, B, O dan AB. Perbedaan ini didasari pada ada tidaknya antigen pada sel darah merah dan plasma darah.
Mengetahui golongan darah masing-masing sangatlah penting, terutama jika Anda ingin melakukan transfusi darah. Apabila seseorang menerima darah dari golongan darah yang tidak cocok, ini dapat memicu reaksi yang berbahaya.
Meskipun beberapa orang tidak terlalu ambil pusing dengan persoalan golongan darahnya, sains menemukan bahwa golongan darah Anda mungkin memiliki implikasi nyata bagi kesehatan Anda, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius.
Melansir Eat This, Kamis (11/11/2021), sebuah penelitian yang diterbitkan Maret lalu di The Annals of Internal Medicine menemukan bahwa orang dengan golongan darah O mungkin memiliki risiko 12 persen lebih rendah untuk dites positif Covid dan risiko 13 persen lebih rendah terkena Covid-19 parah atau meninggal akibat penyakit tersebut.
Sementara itu, dalam studi berbeda yang diterbitkan bulan lalu, para peneliti dari Harvard University dan Oklahoma Blood Institute (OBI) menemukan bahwa mereka yang bergolongan darah A lebih mungkin terinfeksi Covid. Mereka menduga, golongan darah itu tampaknya memberikan permukaan yang ‘lebih lengket’ bagi protein lonjakan virus untuk melekat.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini di BMC Cancer, para peneliti melihat data genotipe dari ribuan penduduk China. Mereka menemukan bahwa orang dengan golongan darah AB 34 persen lebih mungkin untuk mengembangkan kanker kerongkongan, dibandingkan dengan orang dengan golongan darah O.
Selain itu, peneliti menemukan bahwa orang dengan darah AB memiliki risiko 44 persen lebih tinggi terkena kanker perut, dan orang dengan golongan darah A memiliki risiko 37 persen lebih tinggi. Namun, para peneliti tidak yakin mengapa hal ini terjadi dan telah meminta penelitian lebih lanjut tentang hal ini.
Mereka dengan golongan darah A, B dan AB, berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung. Ini karena gen ABO yang ada pada orang dengan golongan darah A, B atau AB, membuat sel darah merah yang lebih lengket dan lebih tahan terhadap aliran darah.
Satu studi menemukan bahwa orang dengan golongan darah A atau B 51 persen lebih mungkin untuk mengembangkan pembekuan darah dan 47 persen lebih mungkin untuk mengembangkan pembekuan darah di paru-paru.
Orang dengan golongan darah AB 82 persen lebih mungkin untuk mengembangkan masalah pemikiran dan memori yang dapat menyebabkan demensia dibandingkan orang dengan golongan darah lain, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Neurology.
Faktor VII, protein yang membantu darah untuk membeku, diyakini bertanggungjawab terhadap kondisi ini. Tingkat faktor VII yang tinggi terkait dengan risiko demensia yang lebih tinggi, dan orang dengan golongan darah AB memiliki tingkat rata-rata faktor VII yang lebih tinggi daripada orang dengan golongan darah lain.
Menganalisis data kesehatan dari lebih dari 5 juta orang di Swedia, para peneliti di Karolinska Institute di Stockholm menemukan bahwa orang dengan golongan darah A lebih mungkin mengalami pembekuan darah, sedangkan mereka yang bergolongan darah O lebih cenderung mengalami gangguan pendarahan, terutama tukak lambung dan tukak duodenum.
Mereka juga menemukan bahwa wanita dengan golongan darah O lebih mungkin untuk mengembangkan hipertensi gestasional, hipertensi yang diinduksi kehamilan (tekanan darah tinggi).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Prakiraan cuaca Jogja saat libur Iduladha 2026, mayoritas berawan, Sleman dan Kota Jogja berpotensi hujan ringan.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.