Nyeri Dada Seperti Ditusuk Bisa Jadi Tanda Robekan Aorta Mematikan
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Addie MS.suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA-Addie MS tak kuasa menahan kesedihan saat prosesi pemakaman sang sahabat, Oddie Agam. Sejak awal hingga akhir, suami Memes itu tak berhenti menangis.
Kesedihan tampak jelas dari raut wajahnya. Datang ke sana, dia juga mengenakan kemeja dan celana serba hitam sebagai tanda berduka.
Usai pemakamakan, Addie MS sempat menolak diwawancara oleh awak media. Ia tiba-tiba menjauh dari liang lahat sang sahabat dan terduduk menepi di sebuah batu nisan sambil menangis.
"Tar dulu. Tar dulu, saya nggak kuat," kata Addie MS di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Kabar Duka, Musikus Oddie Agam Meninggal Dunia
Ayah Kevin Aprilio tampak terpukul. Selama kurang lebih lima menit ia berdiam diri sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.
Selain Addie, pemakaman tersebut juga dihadiri istri Oddie, Almafilia; dan mantan istrinya, Chintami Atmanegara.
Oddie Agam meninggal dunia pada hari ini sekitar pukul 11.00 WIB.
Sebelum wafat, Oddie Agam sempat menjalani perawatan intensif di RS Persahabatan, 7 Oktober 2021. Berdasarkan riwayat penyakitnya, ia diketahui menderita stroke sejak 2017
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas