Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi gagal jantung mendadak pada usia muda/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Gagal jantung sangat berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa.
Kombinasi antara penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertesi, dan faktor psikis, misalnya stres tinggi serta gaya hidup tidak sehat membuat masyarakat rentan terkena penyakit gagal jantung.
Gagal jantung merupakan kondisi progresif, melemahkan, dan berpotensi mengancam jiwa. Dilansir Times of India, kondisi tersebut membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh karena melemahnya atau kakunya otot jantung dari waktu ke waktu.
Di India, penyakit gagal jantung mempengaruhi hampir 8 hingga 10 juta orang dan berkontribusi pada sekitar 1,8 juta pasien rawat inap setiap tahun.
Gejala awal gagal jantung mungkin tidak kentara atau bahkan mirip dengan tanda-tanda seseorang berusia tua. Meski demikian, tanda sekecil apapun tidak boleh diabaikan.
Berikut 5 gejala gagal jantung speerti dikutip dari Times of India, Rabu (13/10/2021). Waspadai tanda-tanda jika Anda mulai kelelahan hingga mengalami sesak napas.
Ketika otot jantung menjadi lemah, jantung tidak dapat memompa cukup darah yang mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen yang beredar di dalam tubuh.
Hal ini dapat membuat seseorang merasa lelah sepanjang waktu. Kondisi tersebt membuat aktivitas sehari-hari, seperti menaiki tangga, berjalan, atau membawa barang belanjaan, menjadi sulit. Kelelahan dan kelemahan yang terus-menerus tidak boleh dianggap enteng.
Gagal jantung dapat menyebabkan retensi cairan (kelebihan) dalam tubuh, yang dapat berkumpul di paru-paru. Hal ini dapat mengakibatkan sesak napas, saat berolahraga atau bahkan melakukan aktivitas sehari-hari.
Sesak napas ini dapat membuat seseorang kelelahan dan cemas. Namun, ini tidak boleh disalahartikan hanya sebagai tanda penyakit pernapasan.
Karena gagal jantung, darah bisa mulai menumpuk, terutama di pergelangan kaki. Penumpukan cairan ini dapat menyebabkan pembengkakan yang nyata di pergelangan kaki atau perut.
Jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang cepat, maka Anda perlu waspada retensi cairan di seluruh tubuh. Kenaikan berat badan yang tiba-tiba tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung.
Karena pemompaan darah yang tidak efisien, jantung dapat mempercepat untuk mengkompensasi, menghasilkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur sehingga menimbulkan ensasi berdebar-debar atau palpitasi.
Sangat penting bagi pasien dengan kondisi kronis, seperti diabetes atau hipertensi, untuk memeriksakan diri secara teratur karena perawatan berkelanjutan mereka dapat mengurangi gejala gagal jantung.
Gejala-gejala ini dapat bervariasi untuk tiap orang. Dengan mengidentifikasi tanda-tanda awal dapat mengarah pada diagnosis dini dan manajemen penyakit yang efektif.
Melalui kombinasi pilihan perawatan lanjutan dan modifikasi gaya hidup dan pola makan yang sehat, gagal jantung dapat dikelola. Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk menghindari komplikasi kesehatan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.
LPS mempertahankan bunga penjaminan hingga Januari 2027. Simpanan rupiah bank umum tetap 3,75%, BPR 6,25%, dan valas 2%.
DPR dan Kemenimipas sepakat membongkar fasilitas “apartemen” Lapas Cibinong setelah seluruh barang bukti didokumentasikan dan diamankan.
Aturan wajib halal pakaian jadi segera berlaku. IKM maklon khawatir terbebani sertifikasi, sementara industri hulu tekstil mengaku siap.
Imipas menyebut fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong tak tercatat sebagai BMN dan pembangunannya tidak menggunakan APBN.