Demo Tuntut Kenaikan Upah di Prancis Memanas, Ratusan Ditangkap
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Ahmad Dhani. /Ist-Instagram @ahmaddhaniofficial\n
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengalaman menghuni penjara membuat musisi Ahmad Dhani banyak belajar tentang hidup. Apalagi, apa yang dialaminya juga berdmpak pada anak dari pernikahannya bersama Mulan Jameela, Safeea Ahmad.
Trauma itu berkaitan setelah dirinya dijebloskan ke penjara terkait kasus penyebaran ujaran kebencian pada 2019.
Ahmad Dhani mengingat betul saat Safeea sempat mengalami masa-masa yang sulit.
"Safeea itu berat pas gue masuk penjara dia berat. Setahun itu dia berat bener. Dia agak traumatik sebenernya. Waktu itu dia umur delapan tahun," kata Ahmad Dhani di akun YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah belum lama ini.
Baca juga: Amanda Manopo Luncurkan Parfum Mewah
Pentolan Dewa 19 ini mengatakan bahwa awalnya Safeea Ahmad tidak tahu dirinya di penjara. Tapi, adik tiri Al Ghazali itu diberitahu teman-teman di sekolahnya.
"Dia tahu dari temannya. Kan dia sekolah di high school, temannya nanya, ayah kamu di penjara?" ujar Ahmad Dhani.
"Padahal di rumah nggak ada yang cerita. Mikirnya ke luar kota. Temennya dong yang kasih tahu," sambungnya lagi.
Ahmad Dhani mengingat betul saat Safeea Ahmad selalu menangis ketika menjenguknya di penjara. Dia sampai tidak kuat melihat kesedihan sang buah hati.
Baca juga: Jessica Iskandar Tak Mau Kisah Cintanya dengan Vincent Verhaag Jadi Bahan Gimmick TV
"Kalau anaknya Al El Dul santailah. Kalau anak perempuan beda sih. Pernah beberapa kali Safeea nangis di ruang tunggu penjara," tutur Ahmad Dhani.
"Setiap pulang nggak mau, minta gue pulang. Wah itu nggak kuat. Anak perempuan sih. Kalau anak laki mungkin bisa tegar. Anak perempuan itu berat," imbuhnya.
Karena itu, Ahmad Dhani kini berupaya menghindari segala masalah yang berurusan dengan hukum. Dia mau melindungi dan membuat keluarganya bahagia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.
Dinkes Sleman mengimbau warga menerapkan PHBS dan mengenali gejala ISPA di tengah perubahan cuaca, terutama pada kelompok rentan.
Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki bentrokan di Pidie, Aceh, yang mengakibatkan satu warga meninggal dan 13 orang luka-luka.
MilkLife Kickers meraih dua kemenangan pada hari kedua Singa Cup 2026 setelah mengalahkan BMW 8-0 dan Fremantle City FC 5-1.