KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Semua Sumber Daya Dikerahkan
Kapal selamKRI Nanggala-402yang dilaporkan hilang pada Rabu (21/4/2021).
Sejumlah seniman tampil saat pertunjukan tari bertajuk "Sih" di Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (28/8/2021). Pertunjukan tari yang menggambarkan lahirnya seorang manusia yang penuh kasih sayang kepada semesta itu ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Malam Puncak Sastra Saraswati Sewana yang diselenggarakan untuk mengajak masyarakat tetap berkreasi dalam sastra Bali di masa pandemi Covid-19 sebagai upaya melestarikan sastra Bali./Antara-Fikri Yusuf
Harianjogja.com, DENPASAR — Seniman di Gianyar mengeluhkan tidak adanya perlindungan hukum hingga pandemi yang berimbas pada proses berkarya. Maestro seni dari Gianyar I Wayan Dibia mengatakan Gianyar telah mendeklarasikan diri sebagai Bumi Seni. Sematan Bumi Seni tersebut ditopang oleh berbagai seniman dan kantung-kantung kesenian yang ada di setiap kecamatan.
Jauh sebelum Kuta dan Nusa Dua menjadi daerah tujuan wisata, tahun 1930 Ubud yang berada di Gianyar sudah dikunjungi Presiden Amerika. Terlebih lagi dengan penerapan Tri Hita Karana yang masih kental dilakukan hingga saat ini hingga keberadan subak sebagai warisan budaya yang diakui dunia telah menjadi pilar kebudayaan Bali.
BACA JUGA : Nandur Srawung Ke-8, Ruang Penyaluran Energi Seni
Meskipun demikian, banyak seniman yang tidak mendapatkan perlindungan hukum. “Banyak seniman kita yang belum mendapatkan perlindungan hukum, seperti hak kekayaan intelektual. Sehingga seniman kita hanya mendapatkan proses berkaryanya namun hasilnya banyak dinikmati orang lain yang melakukan plagiat,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (28/9/2021).
Terlebih lagi di tengah pandemi, seniman pertunjukan, seni rupa dan seni krya kehilangan panggungnya akibat ditutupnya pariwisata. Prof Dibia pun meminta Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR) untuk menyerap aspirasi yang ada di daerah serta menggemakan pariwisata budaya yang dimiliki Gianyar.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan bahwa BKSAP DPR RI berperan penting terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam hal menjadi juru diplomasi dan komunikasi penggaungan segala potensi daerah maupun segala potensi nasional Indonesia. Esensi utama BKSAP datang ke daerah adalah untuk menggali potensi yang perlu dikembangkan ke depannya.
BACA JUGA : TBY Mulai Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19
Pasalnya, setiap daerah memiliki potensi yang unik dan budaya yang berbeda-beda. "Kami akan terus menggemakan Gianyar sebagai Kabupaten Terbaik dan wajib dikunjungi serta berjanji akan melaksanakan berbagai event internasional di Bali," sebutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal selamKRI Nanggala-402yang dilaporkan hilang pada Rabu (21/4/2021).
Nelayan hilang akibat ombak di Pantai Baru Bantul ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan akhiri operasi pencarian.
Sony dikabarkan meluncurkan headphone premium WH-1000XX The ColleXion dengan desain mewah dan harga tinggi. Simak bocoran lengkapnya.
Harga rumah sekunder tetap naik di 11 kota meski rupiah melemah. Surakarta mencatat lonjakan tertinggi hingga 23,5%.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati DIY memperkuat kerja sama hukum. Iuran pekerja Rp13,7 miliar berhasil dipulihkan hingga 2026.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.