Tabrak Lari di Solo Berujung Amuk Massa, Dua Pelaku Ditangkap
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Ilustrasi vitamin dan suplemen yang bisa dikonsumsi pasien Covid-19/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Vitamin D dibutuhkan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Meski umum disebut sebagai vitamin, Vitamin D dianggap sebagai pro-hormon.
Hal ini karena vitamin D mampu diproduksi oleh tubuh manusia dari sinar UV yang dihasilkan matahari yang diserap kulit. Sementara vitamin lainnya tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh melalui makanan atau suplemen.
Tidak hanya menjaga kesehatan tulang, vitamin D juga diketahui dapat mencegah sejumlah penyakit serius seperti kanker, diabetes, dan multiple sclerosis.
Karena memainkan begitu banyak peran dalam tubuh termasuk mendukung kekebalan, kesehatan usus, kesehatan tiroid, dan banyak lagi, Anda dapat bertaruh bahwa tubuh Anda akan memberi tahu Anda ketika Anda tidak mendapatkan cukup vitamin D.
Tanda-tanda kekurangan vitamin D berikut adalah yang paling umum, melansir Mind Body Green, Jumat (17/9/2021).
1. Suasana hati yang rendah
Sejumlah besar penelitian telah dilakukan tentang hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan kesejahteraan mental. Menurut tinjauan tahun 2020, banyak penelitian telah mengidentifikasi hubungan yang jelas, mencatat bahwa individu dengan masalah kesehatan suasana hati terlihat memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah.
2. Ketahanan imunitas tubuh kurang
Vitamin D berperan penting dalam memperkuat imunitas tubuh. Mereka mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan efektif. Mikronutrien larut sangat penting untuk mendukung fungsi dan ketahanan sistem kekebalan Anda, terutama di tengah pandemi Covid-19.
3. Kesehatan tulang yang kurang optimal
Karena vitamin D membantu dalam penyerapan kalsium, kekurangan vitamin D pada akhirnya menyebabkan penurunan penyerapan kalsium serta pelepasan kalsium dari tulang, menyabot kesehatan dan kekuatan tulang dari waktu ke waktu.
4. Kabut otak
Vitamin D dapat mendukung fungsi otak sehari-hari, oleh karena itu, Nicole Avena, Ph.D., asisten profesor ilmu saraf di Mount Sinai School of Medicine, mengatakan, kekurangan vitamin D dapat membuat Anda merasa sulit untuk berkonsentrasi dan tidak bisa fokus ketika memikirkan suatu hal, atau yang dikenal dengan kabut otak.
Melihat gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D, sangat penting untuk memenuhi asupan vitamin D dalam tubuh Anda. Kadar vitamin D darah yang optimal adalah antara 50 dan 70 ng/ml, jika Anda merasa kekurangan vitamin D, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin D melalui suplemen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Sapi kurban 1 ton dari Presiden Prabowo dibagikan ke 300 KK di bantaran Code, Kota Jogja saat Iduladha.
HP cepat panas bisa disebabkan kebiasaan penggunaan dan lingkungan. Simak penyebab dan cara mengatasinya agar ponsel tetap awet.
Red flag dan green flag jadi cara populer menilai hubungan sehat atau berisiko dalam percintaan modern.
Hasil undian Indonesia Open 2026 membuat sejumlah wakil Indonesia langsung menghadapi lawan berat sejak babak pertama.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.