8 WNI Disebut Jadi Tentara Rusia, BIN dan Kemlu Turun Tangan
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.
Ilustrasi. /Everypixel
Harianjogja.com, JAKARTA - Vitamin A penting bagi tumbuh kembang anak. Di masa pandemi seperti ini, dokter menyatakan agar vitamin A semakin penting.
dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A dari RS Cipto Mangunkusumo mengingatkan bahwa pemberian vitamin A tetap harus dilakukan di tengah situasi pandemi ini dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Mengapa itu penting? Karena defisiensi atau kekurangan vitamin A itu cukup tinggi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Di seluruh dunia, defisiensi vitamin A itu terjadi pada 30 persen anak di bawah usia 5 tahun," kata Himawan dilansir ANTARA.
Baca juga: Bun, Makanan dan Nutrisi Ini Bisa Bikin Janin Lebih Cerdas
Bagi anak-anak yang sedang terkena COVID-19, pemberian vitamin A tetap dapat dilakukan. Orang tua dapat meminta kapsul vitamin A ke posyandu atau puskesmas terdekat kemudian dapat memberikannya pada anak di rumah.
Namun Himawan menegaskan supaya kondisi orang tua maupun keluarga anak juga perlu dipastikan terlebih dulu.
"Kalau orang tuanya positif Covid juga, misal keluarganya positif covid kan harus melakukan isolasi mandiri. Jadi bisa ditunda hingga isolasi mandirinya itu selesai. Namun jangan ditunda terlalu lama. Tetap harus diberikan di bulan ini," kata dokter yang merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.
Himawan menjelaskan, penundaan dari pemberian Vitamin A ini tidak ada efek samping. Akan tetapi, Vitamin A perlu diperhatikan dosisnya. Sebab, mengkonsumsi vitamin A secara berlebihan sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan keracunan.
Baca juga: Konsumsi 5 Makanan Ini Bisa Membuat Sehat Mental selama Pandemi
Terkait dengan dosis vitamin A yang diberikan secara rutin Himawan mengatakan pada umumnya sudah disesuaikan dan aman untuk anak-anak.
Lebih lanjut Himawan memaparkan bahwa vitamin A sangat penting untuk diberikan karena tidak dapat diproduksi untuk tubuh. Selain itu, vitamin A juga sangat penting untuk organ mata karena dapat mencegah kelainan Xeropththalmia. Kemudian, vitamin A juga berperan dalam diferensiasi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel yang berperan dalam perkembangan tubuh.
"Jadi kenapa kita wajib memberikan vitamin A yang pertama tadi karena tidak bisa dibentuk oleh tubuh dan yang kedua, kita butuh dalam jumlah sedikit untuk fungsi fungsi yang sudah saya sebutkan tadi," kata Himawan.
Himawan menjelaskan bahwa defisiensi vitamin A menyebabkan sekitar 500 ribu anak pra-sekolah di seluruh dunia itu buta.
"Sudah ada penelitiannya, kalau pemberian vitamin A itu rutin untuk anak di daerah endemik defisiensi vitamin A, itu dapat menurunkan angka kematian anak sekitar 5 sampai 15 persen, sehingga pelaksanaan pemberian Vitamin A rutin ini tak hanya bermanfaat untuk organ mata atau sel-sel tubuh anak, tapi juga dapat menurunkan angka kematian balita," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.
Leandro Paredes mempertimbangkan masa depannya bersama Timnas Argentina setelah mendapat skorsing 10 pertandingan dari FIFA dan era Lionel Messi berakhir.
WhatsApp menguji fitur Scam Alert yang mampu mendeteksi pesan penipuan menggunakan AI langsung di ponsel. Fitur ini tetap menjaga privasi karena tidak mengirim
Reuters dan CNA menyoroti dampak karhutla Indonesia. Sebanyak 1,4 juta siswa belajar dari rumah, sembilan taman nasional ditutup, dan kabut asap meluas.
Ahmed Al Kaf resmi pensiun setelah 20 tahun menjadi wasit. Pengadil asal Oman itu dikenang publik Indonesia karena laga kontroversial Bahrain vs Timnas Indonesi
Harga RAM, SSD, dan GPU naik akibat permintaan AI. Masihkah merakit PC sendiri lebih murah dibanding membeli PC jadi pada 2026? Simak analisis lengkapnya.