JOB FAIR JOGJA 2026: Karier Harus Dirancang Sejak Sekolah
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pelajar dan mahasiswa didorong mulai mengenali potensi, minat, hingga perusahaan yang ingin dituju
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Ist-dok Humas Pemprov Jateng
Harianjogja.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi elemen mahasiswa yang mulai bergerak membantu penanganan Covid-19 di masyarakat. Ganjar berharap gerakan itu terus digulirkan dan berkembang di seluruh sektor dan wilayah.
"Saya terima kasih. Ternyata kawan-kawan mahasiswa lebih produktif. Mahasiswa UPGRIS itu kalau tidak salah mereka buat hand sanitizer sendiri dan langsung dibagikan di pasar. Pagi tadi saya sudah dapat laporan itu, dan saya apresiasi," kata Ganjar, Jumat (30/7/2021).
Ganjar tak menduga, ide-ide brilian mahasiwa Jateng bisa langsung dieksekusi. Setelah pertemuan dengannya di rumah dinas, mahasiswa Jateng langsung bergerak di lapangan.
"Saya sangat apresiasi. Saya masih menunggu kawan-kawan yang akan melakukan gerakan lain, misalnya pendataan UMKM, membangun call center untuk telemedicine, teleconsulting dan lainnya. Termasuk ada yang ingin mendorong donor plasma. Kalau itu dilakukan seluruh, pasti sangat bagus," jelasnya.
Gerakan-gerakan mahasiswa semacam inilah lanjut Ganjar yang dinanti masyarakat. Ia berharap gerakan ini terus berkembang di daerah lain di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia.
"Kalau ini nanti bisa sektor dan wilayah mereka bergerak bareng-bareng, maka aktivitas kawan-kawan mahasiswa ini pasti manfaat dan pasti ditunggu. Saya apresiasi. Top itu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak seluruh mahasiswa bergerak membantu pemerintah dalam penanganan pandemi. Ajakan itu langsung direspon dengan datangnya 6 organisasi mahasiswa Kelompok Cipayung Jateng ke rumah dinasnya dan menyatakan sikap siap untuk membantu.
Selain organisasi mahasiswa Kelompok Cipayung, gerakan ini juga dilakukan sejumlah elemen mahasiswa lainnya. Misalnya hari ini, Jumat (30/7/2021), sejumlah mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang (Upgris) turun ke pasar tradisional, Pasar Peterongan Semarang untuk membagikan masker, cairan pembersih tangan (hand sanitizer), sembako dan selebaran berisi anjuran kepatuhan prokes.
Presiden mahasiswa Upgris, Muhammad Rizqi Arfanda mengatakan, aksi sosial turun ke pasar itu untuk membagikan masker, cairan pembersih tangan serta selebaran anjuran taat prokes.
“Pak Ganjar atau pak Gubernur Jateng, memberikan arahan ke mahasiwa perlu turun ke jalan dalam membantu penanganan Covid-19 yang ada di Indonesia,” kata Rizqi ditemui di lokasi aksi di Pasar Peterongan, Kota Semarang. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pelajar dan mahasiswa didorong mulai mengenali potensi, minat, hingga perusahaan yang ingin dituju
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
BGN menargetkan pelunasan tunggakan Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga pada 2026. Anggaran pembayaran masih dalam proses reviu dan diblokir.
Presiden Prabowo menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu rakyat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan nasional.
Gangguan kecemasan dan depresi dapat menurunkan produktivitas kerja serta kualitas hidup. Kenali dampak dan pentingnya deteksi dini kesehatan mental.