Kecelakaan Maut di Boyolali, Motor Disambar Truk LPG di Lampu Merah
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Ilustrasi anak rabun jauh
Harianjogja.com, JAKARTA –Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk pada kesehatan mata anak-anak.
Selama bertahun-tahun, orang tua telah disarankan untuk membatasi waktu layar anak-anak mereka untuk melindungi kesehatan mata mereka.
Tetapi ketika pandemi COVID-19 dimulai, laptop dan tablet menjadi saluran yang diperlukan untuk sekolah, aktivitas, dan tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Sekarang, dokter mata anak mengatakan mereka melihat efek dari pemakaian berlebihan layar itu.
“Anak-anak biasanya matanya cukup tangguh. Tetapi dengan kerja keras mata dan intens yang berkepanjangan telah membuat gangguan pada mata mereka,” kata Dr. David Epley, dokter mata anak di Kirkland, Washington, dan juru bicara klinis untuk Akademi Oftalmologi Amerika, seperti dilansir dari USA Today, Jumat (30/7/2021).
Dia menambahkan, dengan adanya sekolah online, ruang kelas, pekerjaan rumah dan lingkaran pertemanan anak ada di layar, ini benar-benar mengubah dinamika.
BACA JUGA: Astaga...Warga Positif Covid-19 Berkeliaran saat Iduladha, Tulari Satu Kampung di Donokerto Sleman
Dr Epley dan Dr. Sylvia Yoo, dokter mata anak dan asisten profesor oftalmologi di Tufts University School of Medicine di Boston, mengatakan mereka memiliki banyak pasien usia muda yang mengeluh kelelahan mata atau didiagnosis sebagai rabun jauh (miopia) yang kasusnya meningkat sejak awal pandemi.
Miopia sudah menjadi masalah yang berkembang di AS sebelum COVID-19, dengan prevalensinya meningkat dari 25 persen orang Amerika pada 1970-an menjadi 42 persen pada 2000-an, kata dr Yoo.
Untuk mengurangi risiko rabun jauh yang memburuk, dr Yoo merekomendasikan untuk beristirahat dari waktu layar yang lama sebanyak mungkin dan mencoba menghabiskan waktu di luar ruangan setiap hari. dr Epley menjelaskan bahwa cahaya alami, selain istirahat dari layar atau pekerjaan dekat, melindungi terhadap miopia.
Salah satu tips untuk menghindari masalah ini adalah aturan 20-20-20: Setiap 20 menit saat mereka menggunakan layar, anak-anak harus melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki selama 20 detik.
Beberapa orang tua telah beralih ke kacamata cahaya biru, yang menghalangi panjang gelombang cahaya biru dari layar, berpikir mereka akan membantu kelelahan mata atau untuk menghindari miopia. Tapi mereka tidak benar-benar menangani masalah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.