Ini 14 Keanehan pada Tubuh Wanita Selama Menstruasi
Ginekolog Dr. Felice Gersh dari Integrative Medical Group of Irvine, mengatakan bahwa wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih (ISK) saat menstruasi.
Ilustrasi pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami sesak napas saat isolasi mandiri di rumah/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan sebagian besar orang yang telah divaksinasi lengkap dan terinfeksi Covid-19 varian Delta tidak menunjukkan gejala parah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi Covid-19 namun telah vaksinasi menghasilkan virus jauh lebih sedikit daripada mereka yang tidak divaksinasi. Dengan begitu, mereka yang sudah di vaksinasi akan mengurangi risiko menularkan virus ke orang lain.
Orang yang divaksinasi penuh terhadap Covid-19 masih terinfeksi varian delta, tetapi pejabat WHO mengatakan bahwa suntikan itu telah melindungi sebagian besar orang dari sakit parah atau kematian.
Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, infeksi terobosan jarang terjadi, dan sekitar 75 persen orang yang meninggal atau dirawat di rumah sakit karena Covid-19 setelah vaksinasi berusia di atas 65 tahun.
“Varian delta menyebar di seluruh dunia dengan kecepatan tinggi, mendorong lonjakan baru dalam kasus dan kematian. Namun, tidak semua tempat menerima pukulan yang sama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Baca juga: Ini 5 Kebiasaan Sederhana Agar Rumah Anda Tetap Bersih dan Rapi
“Kami berada di tengah-tengah pandemi dengan dua jalur yang berkembang. Di mana si kaya dan si miskin di dalam dan antar negara semakin berbeda di tempat-tempat dengan cakupan vaksinasi yang tinggi," ujarnya.
Varian ini menyebar dengan cepat dan menginfeksi orang yang tidak terlindungi dan rentan, katanya.
Ilmuwan WHO Sounya Swaminathan memperingatkan bahwa orang yang divaksinasi masih bisa tertular Covid-19 dan menularkannya kepada orang lain, itulah sebabnya pejabat WHO mendesak orang untuk terus memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial.
"Tapi tentu saja itu mengurangi kemungkinan rawat inap dan kematian yang parah secara signifikan," tambahnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi menghasilkan lebih sedikit virus daripada mereka yang tidak divaksinasi, sehingga mengurangi risiko menularkan virus ke orang lain.
Pejabat WHO mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dampak vaksin terhadap penularan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Ginekolog Dr. Felice Gersh dari Integrative Medical Group of Irvine, mengatakan bahwa wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih (ISK) saat menstruasi.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.