Ahmad Muzani Ditetapkan jadi Ketua MPR 2024-2029, Harta Kekayaannya Tercatat Rp59 Miliar
Politisi Partai Gerindra Ahmad Muzani secara resmi dilantik menjadi Ketua MPR RI periode 2024-2029. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra ini mencapai Rp59 mili
Dokter asal University of Maryland Amerika Serikat, Faheem Younus - Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Ada penyintas Covid-19 yang mengalami hasil tes PCR atau swab test tetap positif padahal sudah melakukan isolasi mandiri (isoman) selama 2 minggu.
Ahli penyakit menular University of Maryland Upper Chesapeake Health (UM UCH) Faheem Younus menjawab pertanyaan tersebut. Dia bahkan mengungkapkan hasil PCR bisa tetap positif dalam waktu yang lama.
"Mengapa PCR tetap positif setelah dua minggu [isolasi]? Tes PCR dapat mendeteksi virus mati di saluran udara. Itu sebabnya tidak ada gunanya mengulang tes ini," ujar dokter Faheem melalui akun Twitter miliknya @FaheemYounus seperti dikutip, Senin (12/7/2021).
Bukan itu saja, dokter Faheem mengungkapkan hasil tes PCR dapat menunjukkan data positif hingga 8 minggu. Bahkan ketika pasien tidak menular setelah 10 hari sejak timbulnya gejala.
Dalam cuitannya, dokter Faheem juga mengunggah screen shot berisi potongan atikel berita yang dipublikasikan oleh statnews.com.
Unggahan tersebut menyebutkan baik World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan pasien dapat dikategorikan pulih dan tidak menularkan virus Covid-19 setelah 10 hari sejak gejala pertama muncul.
Meski demikian, hal itu harus dipastikan apabila pasien tidak merasa gejala apapun atau symptom-free selama tiga hari.
Lebih lanjut, jika gejala Covid-19 sudah hilang sejak hari keenam, maka pasien sudah bisa dipastikan sembuh setelah hari ke-10. Namun, jika gejala berlanjut hingga 12 hari, maka pasien perlu untuk menambah 3 hari periode isolasi mandiri.
Mengapa PCR tetap positif setelah dua minggu?
— Faheem Younus, MD (@FaheemYounus) July 12, 2021
Tes PCR dapat mendeteksi virus mati di saluran udara. Itu sebabnya tidak ada gunanya mengulang tes ini. Ini dapat tetap positif hingga 8 minggu bahkan ketika pasien tidak menular setelah 10 hari sejak timbulnya gejala. pic.twitter.com/zXuKNOLZil
Menurut WHO, isolasi mandiri ini dapat direkomendasikan untuk individu yang diyakini telah terpapar Covid-19, tetapi tidak bergejala. Selain memantau jika gejalanya berkembang, berada di karantina berarti seseorang yang mungkin terpapar tidak akan menularkan penyakit kepada orang lain, karena mereka tinggal di rumah.
Bagi orang-orang yang dipastikan positif Covid-19 tapi tanpa gejala, isolasi mandiri adalah langkah tepat. Isolasi adalah istilah perawatan kesehatan yang berarti menjauhkan orang-orang yang terinfeksi penyakit menular dari mereka yang tidak terinfeksi.
Jika Anda sedang isolasi mandiri, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi telemedicine yang sudah diverifikasi Kementerian Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Politisi Partai Gerindra Ahmad Muzani secara resmi dilantik menjadi Ketua MPR RI periode 2024-2029. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra ini mencapai Rp59 mili
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2