SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Ilustrasi Obat COvid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Ahli virologi Kansas State University melakukan studi baru yang hasilnya menunjukan pengobatan infeksi COVID-19. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences itu, ditulis oleh peneliti fakultas dari Fakultas Kedokteran Hewan Yunjeong Kim dan Kyeong-Ok “KC”.
Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa model hewan yang terinfeksi SARS-CoV-2, yang diobati dengan protease inhibitor deuterated, secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup dan menurunkan viral load paru-paru.
Dari hasil penelitian, disarankan dalam perawatan pasca infeksi dengan inhibitor protease yang penting untuk replikasi virus, dapat menjadi perawatan yang efektif terhadap SARS-CoV-2.
Baca juga: Serupa dengan Delta, Varian Kappa Terdeteksi di Sumsel
Inhibitor protease ini adalah obat antivirus yang dapat mencegah replikasi virus yang secara selektif dapat mengikat protease virus dan menghalangi aktivasi protein yang diperlukan untuk produksi partikel virus menular.
"Kami mengembangkan protease inhibitor GC376 untuk mengobati infeksi virus corona yang fatal pada kucing, yang sekarang sedang dikembangkan secara komersial sebagai obat hewan baru yang sedang diselidiki," kata Kim, profesor kedokteran diagnostik dan patobiologi, yang dilansir dari medicalxpress pada hari Jumat (02/06/21).
Setelah kasus Covid-19 muncul, banyak kelompok penelitian yang melaporkan bahwa inhibitor ini efektif dalam melawan virus corona penyebab Covid-19, dan banyak saat ini yang mengejar pengembangan protease inhibitor sebagai pengobatan.
Baca juga: Tips dari UNICEF untuk Ibu dan Bayi agar Tetap Aman Selama Pandemi Covid-19
Dalam menguji kemanjurannya dalam SARS-Cov-2, Kim dan Chang memodifikasi GC376 dengan menggunakan alat yang disebut deuteration.
“Mengobati tikus yang terinfeksi SARS-CoV-2 dengan deuterated GC376 secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup, replikasi virus di paru-paru dan penurunan berat badan, yang menunjukkan kemanjuran senyawa antivirus,” kata Chang, profesor kedokteran diagnostik dan patobiologi.
Dari hasilnya, menunjukan juga bahwa GC376 yang dideuterasi memiliki potensi pengembangan lebih lanjut, dan hasil dari metode ini dapat digunakan untuk senyawa antivirus lain untuk menghasilkan inhibitor yang kuat.
Kini para ahli virologi terus mengembangkan inhibitor yang lebih baik dengan menggunakan berbagai metode, dan deuterated GC376 sedang dievaluasi untuk pengembangan potensial lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.