Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Serangan jantung/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Orang berusia di atas 45 tahun berisiko lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang lebih muda.
Tetapi, saat ini serangan jantung juga banyak menimpa mereka yang masih berusia muda, dan bahkan terhitung aktif berolahraga.
Lantas sebenarnya apakah yang harus kita lakukan untuk mencegah terkena serangan jantung?
National Institute of Health (NIH) Inggris menyebutkan setidaknya ada 3 cara utama untuk mencegah munculnya serangan jantung berikut ini seperti dilansir dari Express :
1. Manajemen stres
Stres ekstrem dapat menjadi "pemicu" serangan jantung.
Stres tidak hanya meningkatkan tekanan darah seseorang, jika dikelola dengan cara yang tidak sehat, itu hanya akan menyebabkan lebih banyak masalah kesehatan.
Misalnya, makan berlebihan, banyak minum, dan merokok adalah mekanisme koping yang buruk yang merusak otot jantung.
Teknik manajemen stres yang lebih efektif dan sehat meliputi: olahraga, mendengarkan musik, bermeditasi, dan berfokus pada sesuatu yang damai.
2. Tidur nyenyak secara konsisten
NIH menunjukkan bahwa "jika Anda tidak cukup tidur, Anda meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes".
Tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung.
"Kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur per malam," kata NIH.
Tidur yang yang berkualitas, dapat menghindarkan apnea tidur yang dapat menyebabkan Anda berhenti bernapas sebentar di malam hari.
Mengalami sleep apnea mengganggu kemampuan Anda untuk mendapatkan istirahat malam yang nyenyak.
Gejala sleep apnea yang dinyatakan oleh NHS meliputi:
a. Pernapasan berhenti dan mulai
b. Membuat suara terengah-engah, mendengus atau tersedak
c. Sering bangun
d. Mendengkur keras
Pada siang hari, Anda mungkin:
a. Merasa sangat lelah
b. Sulit berkonsentrasi
c. Miliki suasana hati yang berubah-ubah
d. Sakit kepala saat bangun tidur
3. Mengelola kondisi kesehatan yang mendasarinya
Kelola penyakit bawaan seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
"Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama penyakit jantung," NIH menegaskan.
Dianjurkan untuk memeriksakan tekanan darah Anda setiap tahun, dan mengambil tindakan untuk menurunkannya.
Ini termasuk berolahraga lebih banyak, makan makanan yang lebih sehat, dan minum obat yang diresepkan.
Sedangkan untuk kolesterol tinggi, terlalu banyak zat berlemak di tubuh Anda dapat menyumbat arteri.
Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk menerapkan perubahan gaya hidup, yang lagi-lagi bermuara pada lebih banyak olahraga dan diet sehat.
Kalau menyangkut diabetes, gula darah tinggi bisa merusak pembuluh darah.
Membantu mengelola diabetes Anda dengan menjaga kadar gula darah Anda, minum obat jika perlu, dan berolahraga lebih banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Apple menggagalkan 1,1 miliar akun palsu dan memblokir transaksi penipuan Rp36 triliun di App Store sepanjang 2025.
Alex Marquez absen di MotoGP Italia dan Hungaria akibat cedera serius. Gresini Racing menunjuk Michele Pirro sebagai pengganti di Mugello.
Penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja tembus 33.406 orang selama libur Iduladha 2026. KAI tambah tujuh perjalanan KA tambahan
Brad Binder buka suara soal perbandingan Valentino Rossi dan Marc Marquez. Akui The Doctor adalah pahlawan dan standar tertinggi di MotoGP.
Final Liga Champions 2026, PSG vs Arsenal di Budapest. Simak ulasan taktik, kabar pemain, dan jadwal lengkap laga penentuan juara Eropa malam ini.