Pemadaman Listrik PLN di Jawa Bikin Industri Baja Merugi
Pemadaman listrik di Jawa tekan industri baja hingga kehilangan produksi 1.200 ton akibat gangguan operasional pabrik.
Anak-anak minum susu. Alergi susu sapi adalah respons sistem imun yang berlebihan pada seorang anak terhadap protein susu sapi yang tidak berbahaya bagi orang lain. /Unicef
Harianjogja.com, JAKARTA - Tidak semua anak balita cocok mengonsumsi susu sapi. Buktinya beberapa anak mengalami alergi dan angka kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun.
Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof. Budi Setiabudiawan mengatakan protein susu sapi merupakan penyebab alergi terbesar kedua pada anak, setelah telur. Secara nasional, 0,5-7,5 persen anak alergi terhadap susu sapi.
"Data di RS Cipto Mangunkusumo, kejadian alergi susu sapi sebesar 23,8 persen," ujarnya dalam Festival Soya Generasi Maju, Rabu (31/3/2021).
Dia menjelaskan alergi susu sapi adalah respons sistem imun yang berlebihan pada seorang anak terhadap protein susu sapi yang tidak berbahaya bagi orang lain. Penting bagi orang tua melakukan diagnosa agar anak dapat ditata-laksana dengan baik karena dampaknya cukup merugikan.
Budi menjelaskan ada 4 dampak yang akan dihadapi apabila anak terlambat untuk didiagnosa alergi terhadap susu sapi.
1. Kesehatan
Anak yang alergi susu sapi menghadapi peningkatan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas hipertensi, hingga sakit jantung.
2. Gangguan tumbuh kembang anak
Anak dengan alergi mengalami keterlambatan pertumbuhan, karena berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan.
Risiko nutrisi pada anak dengan alergi menyebabkan diet eliminasi, nutrisi pengganti yang buruk, kebutuhan diet yang meningkat, susah makan. Lebih parah, jika alergi tidak hanya 1 makanan hingga terjadi malnutrisi. Kemudian, pertumbuhan akan terhambat salah satunya karena suplementasi tidak adekuat.
3. Psikologi
Apabila terjadi alergi pada makanan, akan menimbulkan stress pada anak dan orang tua hingga menurunkan kualitas hidup si kecil.
4. Ekonomi
Biaya pengobatan akan meningkat karena hal ini. Begitu pula dengan meningkatkan biaya tidak langsung, bahkan kehilangan pendapatan karena orang tua sering tidak masuk kerja untuk mengurus anak yang alergi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemadaman listrik di Jawa tekan industri baja hingga kehilangan produksi 1.200 ton akibat gangguan operasional pabrik.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.