Selat Hormuz Dibuka, Tekanan Industri Tekstil RI Belum Reda
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
Mutasi virus corona B117/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti menemukan bahwa wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang merupakan kondisi hormonal, memiliki kemungkinan 50 persen lebih tinggi untuk tertular Covid-19.
Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS adalah kelainan hormonal yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Dalam kondisi kesehatan ini, wanita mengembangkan kista di ovariumnya, bahkan dapat menyebabkan masalah kesuburan. Gejala PCOS antara lain penambahan berat badan, rambut rontok, menstruasi tidak teratur, hingga jerawat.
Melansir Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari Times of India, Senin (22/3/2021), sesuai penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Endocrinology, wanita yang menderita PCOS memiliki kemungkinan lebih dari 50 persen untuk terinfeksi virus corona. Namun, ketika tim peneliti dari Institute of Metabolism and Systems Research University of Birmingham, Inggris menyesuaikan faktor kardiometabolik seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan tekanan darah tinggi, tingkat infeksi menurun menjadi 26 persen.
Diketahui, PCOS disertai dengan masalah kesehatan lain seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, dan tekanan darah tinggi, yang semuanya telah diidentifikasi sebagai faktor risiko Covid-19. Kondisi kesehatan metabolik ini dapat meningkatkan keparahan dan risiko infeksi.
Untuk mempelajari apakah PCOS dapat meningkatkan risiko Covid-19, tim peneliti dari Universitas Birmingham melakukan studi kelompok tertutup berbasis populasi selama gelombang pertama pandemi antara Januari dan Juli 2020. Studi tersebut melibatkan 21.292 wanita dengan PCOS dan 78.310 tanpa PCOS.
Pada akhir studi selama enam bulan, disimpulkan bahwa wanita dengan PCOS 51 persen lebih berisiko tertular Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki PCOS dengan usia dan latar belakang yang sama.
Para peneliti menegaskan bahwa studi mereka hanya mengevaluasi risiko tertular Covid masih sulit untuk mengatakan apakah kondisi tersebut mempengaruhi tingkat penularan atau tidak. Untuk mengetahui tingkat keparahan dan risiko komplikasi jangka panjang Covid-19, mereka sepakat diperlukan penelitian lebih lanjut.
Kendati demikian, berdasarkan temuan terbaru, para peneliti menekankan wanita dengan kondisi tersebut untuk selalu waspada risiko penularan dengan mematuhi protokol kesehatan dan wajib ikut dalam vaksinasi Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)