Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Ilustrasi/Imt.ie
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Citi, menyebutkan kebiasaan merokok bakal mengalami kepunahan di dunia pada 2050 mendatang.
Penelitian itu menyebutkan penggunaan rokok dapat menghilang dari AS, sebagian Eropa, Australia dan sebagian besar Amerika Latin jika tren penurunan selama beberapa dekade terakhir terus berlanjut.
Tetapi di negara-negara seperti China, Prancis, dan Rusia, merokok kemungkinan besar masih umum selama tiga dekade mendatang.
Baca juga: Kisah Bang Jack, Mantan Perakit Bom Anak Buah Azhari yang Kini Jadi Peracik Soto
Penggunaan rokok di sejumlah negara berkembang mungkin turun menjadi nol dalam tiga dekade mendatang karena perokok berhenti atau beralih ke produk alternatif, menurut sebuah laporan baru.
Merokok akan menghilang pada tahun 2050 dari AS, sebagian Eropa, Australia dan sebagian besar Amerika Latin jika tren penurunan yang terlihat dalam beberapa dekade terakhir terus berlanjut, Adam Spielman, analis di Citi, menulis dalam sebuah catatan yang diterbitkan Selasa.
Industri ini telah mengalami beberapa perubahan terbesar dalam sejarahnya: jumlah anak yang saat ini merokok telah turun hampir tiga perempat dalam 20 tahun terakhir, penggunaan tembakau di kalangan pria menurun untuk pertama kalinya dalam catatan dan volume rokok telah jatuh dalam garis lurus selama beberapa dekade.
Baca juga: Dituduh Warganet Tak Tahu Sepak Bola, Begini Jawaban Wali Kota Gibran
Philip Morris International Inc., pembuat rokok Marlboro dan Chesterfield, juga mengisyaratkan rokok mungkin mulai menjadi usang dalam satu dekade.
Perusahaan ini telah memimpin dalam alternatif merokok dengan perangkat tembakau pemanas IQOS, dan sekarang sudah mendapatkan hampir seperempat dari pendapatannya dari produk yang tidak mudah terbakar, mendorong persaingan dengan pesaing seperti British American Tobacco Plc untuk memenangkan perokok untuk merokok- produk gratis seperti vaping dan kantong nikotin oral.
Altria Group Inc. adalah yang paling lambat dalam laporan tersebut, karena sekitar 82 persen bisnisnya berasal dari rokok, kata Spielman.
Dan meskipun memiliki investasi dalam alternatif, perusahaan tidak selalu mengendalikannya, mengingat teknologi vape-nya melalui saham di Juul Labs Inc. dan eksposurnya ke kategori panas-bukan-bakar hanya dengan memasarkan IQOS Philip Morris .
Namun, produk generasi mendatang telah memperlambat penurunan penggunaan nikotin di banyak pasar dan mungkin membalikkannya di beberapa pasar, tulis Spielman.
Di negara-negara seperti China, Prancis, dan Rusia, merokok kemungkinan masih umum pada tahun 2050.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin