Bupati Pemalang Peras ASN dan Swasta demi Urus Perkara di KPK
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Ayu Ting Ting dan Aditya Jayusman. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Pasca mengumumkan batal nikah dengan Aditya Jayusman, pedangdut Ayu Ting Ting memangkas rambutnya menjadi pendek di atas bahu.
Kendati demikian, Ayu Ting Ting menampik hal yang dilakukannya dimaksudkan untuk melepas stres. Pelantun "Suara Hati" ini juga mengaku memangkas rambut panjangnya bukan untuk buang sial.
"Bersyukur, bukan buang sial," kata Ayu Ting Ting, saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021).
Ayu Ting Ting mengaku memangkas rambutnya karena ingin tampilan baru. Janda satu anak ini ingin menampilkan sesuatu yang beda.
Baca juga: Tak Ada Rasa Sakit, Mayoritas Penderita Kanker Paru Terlambat Berobat
"Ya nggak apa-apa pengin aja biar lebih fresh, biar lebih segar. Karena pengin aja biar sesuatu yang beda," ujar perempuan perempuan 28 tahun ini.
Ayu Ting Ting mengaku juga sudah bosan dengan gaya rambut panjang.
Ia pun percaya diri dengan tampilannya saat ini.
"Pede-pede aja. Bosan lah sudah terlalu lama rambut panjang selama ini kan," imbuh Ayu Ting Ting.
Ayu Ting Ting sebelumnya juga memamerkan rambut pendeknya di instagram. Rambutnya kini pendek di atas bahu dan berwarna coklat, juga dibuatnya sedikit bergelombang.
Baca juga: Pasien Kanker Bisa Dapat Vaksin Virus Corona, Cek Syaratnya
Ayu memangkas rambutnya beberapa hari usai membatalkan pernikahannya. Biduan asal Depok itu mengaku dia yang minta pernikahan tersebut dibatalkan.
Kabar kurang baik ini pertama kali mencuat saat Ayu Ting Ting membatalkan endorse souvenir. Disusul dirinya menghapus foto Adit di instagram dan akhirnya mengumkan batal menikah dengan Adit yang harusnya digelar pada 20 Februari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.