Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Virus Corona menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan termasuk masalah kesuburan.
Kasus Covid-19 parah bisa menggangu kesuburan lelaki, lebih khusus lagi kualitas sperma, demikian hasil sebuah studi yang terbit di jurnal Reproduction pada Kamis (28/1/2021).
"Laporan ini menunjukkan bukti langsung pertama bahwa Covid-19 merusak kualitas semen dan potensi reproduksi lelaki," tulis para peneliti dalam studi itu seperti dilansir dari CNN.
Dalam studi itu para peneliti membandingkan 106 lelaki subur yang tidak terinfeksi Covid-19 dengan 84 lelaki yang terinfeksi virus corona. Yang diteliti adalah cairan semen mereka.
Hasilnya ditemukan adanya inflamasi dan stres oksidatif pada sel-sel sperma lelaki terinfeksi Covid-19. Konsentrasi seperma, mobilitas dan bentuknya juga terganggu akibat virus corona. Semakin parah gejala yang mereka alami saat terkena Covid-19, semakin terganggu sperma mereka.
"Efek negatif yang ditemukan pada sel-sel sperma berhubungan dengan kualitas sperma dan turunnya potensi kesuburan," terang Behzad Hajizadeh Maleki, mahasiswa doktoral pada Justus Liebig University Giessen, di Hesse, Jerman yang memimpin studi tersebut.
Tetapi sejumlah ilmuwan lain meragukan temua tersebut. Allan Pacey dari University of Sheffield, Inggris mengatakan bahwa studi tersebut tidak menemukan hubungan kausalitas antara Covid-19 dengan turunnya kesuburan lelaki.
"Yang ditunjukkan oleh studi itu hanya asosiasi antara Covid-19 dan gangguan terhadap fungsi reproduksi," tegas Pacey.
Kritik yang sama juga disampaikan Channa Jayasena, pakar reproduksi pada Imperial College London, Inggris. Ia mengingatkan bahwa flu biasa pun bisa menyebabkan turunnya jumlah sel sperma pada lelaki selama beberapa bulan.
"Juga penting dicatat bahwa belum ada bukti virus Covid-19 terdeteksi pada cairan semen dan karenanya tak ada bukti virus corona bisa ditularkan lewat cairan semen," imbuh Alison Murdoch, pakar reproduksi pada Newcastle University, Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Samsung mencatat perpindahan pengguna iOS ke Galaxy Z Fold8 naik 1,6 kali saat Apple mulai masuk pasar ponsel lipat.
Iran lolos semifinal AVC Men's Volleyball Continental 2026 setelah mengalahkan Chinese Taipei 3-1. Satu tiket tersisa diperebutkan Jepang-India.
Mengusung konsep private villa premium, The Kharma Villas Yogyakarta menghadirkan empat tipe unit dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur.
Tiongkok menargetkan mobil otonom digunakan secara luas pada 2030 dan memperkuat industri kendaraan listrik pintar.
Sesosok jasad lansia asal Piyungan Bantul ditemukan di Sungai Opak Berbah Sleman usai dilaporkan hilang sejak Rabu.