Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Krisna Mukti [Suara.com /Alfian Winanto]
Harianjogja.com, JAKARTA - Artis Krisna Mukti terkena apes karena ponselnya diretas orang tak dikenal. Menurut pengakuannya, ia memiliki beberapa dokumen pribadi yang bahaya jika tersebar. Salah satunya seperti yang ia akui diunggah di Twitter oleh akun @pakhartono7.
"Dia itu sudah membajak hp gue, barang kali, diduga, itu sudah bisa masuk ke gallery gue," kata Krisna Mukti di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020).
Diduga, orang yang meretas ponselnya sudah menjelajah ke galerinya hingga mendapati video dirinya sedang mandi. Krisna Mukti mengaku kerap merekam dirinya sendiri saat mandi karena iseng.
Baca juga: Soimah Cerita Awal Karier di Jakarta, Pernah Tinggal di Apartemen Nicholas Saputra
"Ada juga satu adegan di mana gue lagi mandi, gue memang suka iseng kan gue lagi mandi. Gue videoin, tapi sebatas dada doang gitu [rekamnya] bawah enggak," ujar Krisna Mukti.
Krisna Mukti menyebut merekam video saat mandi adalah hal wajar. Hal itu bagian dari keisengannya.
"Ya kita kan kalau iseng di rumah gue rasa siapapun juga pernah lah selfi selfi gitu, dalam keaadaan nggak pakai baju gitu kan," katanya melanjutkan.
Krisna Mukti tahu galerinya diretas lantaran video tersebut dikirim ke nomornya yang lain. Sebabnya, bintang sinetron Aku Ingin Pulang ini mulai panik.
"Kok itu [video] bisanya masuk ke wa gue, ada yang ngirim berarti dia sudah masuk ke gallery waktu gue di-hack. Karena video itu nggak pernah gue upload dan kasih ke siapa-siapa, itu konsumsi pribadi aja. Kok ada orang yang mengirim balik ke hp gue," tuturnya.
Krisna Mukti semakin panik saat temannya memberi kabar video vulgarnya ada di Twitter. Karena itu, ia langsung melapor ke kepolisian.
Baca juga: Ustaz Maheer Ditangkap Polisi, Nikita Mirzani Mengaku Menang
Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/7223/XII/YAN.2.5/2020 SPKT PMJ. Dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau mengakses data elektronik orang lain tanpa izin.
"Supaya orang itu jera tidak melakukan perbuatan yang tidak baik itu lagi mau nggak mau gue laporin," ucap Krisna Mukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.