Tangis Haru Iringi Keberangkatan Karyawan HS Magelang ke Tanah Suci
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, GORONTALO - Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Aryati Polapa mengimbau agar para guru di seluruh sekolah selalu konsisten menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.
"Rencana pembukaan kembali sekolah di daerah itu, kami nilai bahwa penerapan 3M sebagai sesuatu yang positif di masa pandemi Covid-19 sekarang ini," katanya di Gorontalo, Rabu (4/11/2020).
Dikatakan, dalam kurun waktu yang cukup lama, para siswa tidak pernah ke sekolah, mereka pasti merindukan gurunya, temannya bahkan kegiatan belajar di sekolah.
Namun dua hal penting perlu konsisten diimplementasikan di sekolah, yaitu mempersiapkan psikologis siswa dengan baik, katanya.
Serta konsisten menerapkan prosedur pembukaan sekolah di masa pandemi ini dengan menerapkan pembatasan jumlah kehadiran siswa di sekolah melalui pengaturan jadwal agar protokol kesehatan, yaitu ingat pesan ibu, menerapkan 3M terimplementasi dengan optimal.
Rencana pembukaan sekolah kata mantan kepala Dinas Pendidikan setempat ini adalah menyangkut semua prosedur kesehatan atau protokoler yang perlu dipahami betul, serta implementasi di lapangan seperti apa.
"Ini mau tidak mau, harus menjadi perhatian semua pihak, mengingat beberapa lembaga pendidikan tertentu sudah mulai berani membuka sekolah," tutur dia.
Kondisi ini tidak keliru, sebab dalam kondisi kritis pun, semua dituntut sepiawai mungkin agar COVID-19 tidak membuat banyak siswa menjadi stres, patah semangat hingga penghayal, katanya.
Ini harus menjadi buah pikiran semua, mengingat ada kelompok siswa yang berada di usia emas (golden age) yang perkembangannya sangat luar biasa, sehingga mau tidak mau memerlukan situasi dan kondisi yang mendukung perkembangan ke arah itu.
"Orang-orang di dunia pendidikan pasti tahu persis dengan kondisi itu," ungkapnya.
Oleh karenanya, lanjut dia untuk meredam kekhawatiran akan adanya pengaruh COVID-19 pada generasi di masa 10 sampai 20 tahun ke depan, maka lingkungan atau komunitas pendidikan diharapkan mempersiapkan kondisi psikologis siswa mulai saat ini.
"Kita perlu pandai pandai menetralisir kondisi di masa pandemi ini, melalui kreatifitas dalam menjalankan kegiatan pendidikan sehingga tidak ada yang dirugikan, khususnya para siswa," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.