39 Penumpang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines
Sebanyak 38 penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines yang jatuh di dekat Kota Aktau, pada Rabu (25/12/2024).
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi di Jakarta, Rabu (12/3)/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, ikut terdampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sekitar tujuh bulan ini.
Salah satunya adalah waktu bertemu teman dan bermain anak yang berkurang karena harus tetap di rumah agar tidak tertular Covid-19. Padahal, biasanya anak-anak bergembira dengan bertemu kawan di sekolah atau bermain bersama.
Lalu, bagaimana supaya anak tetap gembira ketika harus banyak tinggal di rumah?
Seto Mulyadi, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), membagikan kiat bagi para orang tua agar anak tetap gembira di masa pandemi. Menurutnya, orang tua harus berani melakukan perubahan karena kondisi saat ini juga berubah.
Kak Seto, panggilan akrabnya, menjelaskan jika selama ini orang tua biasanya memposisikan diri sebagai bos atau komandan yang selalu memberikan perintah ke anak, maka harus disesuaikan agar anak tidak tertekan dan tidak betah di rumah.
"Orang tua harus memposisikan diri sebagai sahabat atau teman bagi anak-anak, apalagi anak-anak biasanya gembira bertemu teman-teman di sekolah, tiba-tiba sekarang harus di rumah," ujarnya dalam diskusi daring melalui akun Youtube BNPB Indonesia, Minggu (4/10/2020).
Orang tua juga harus bisa menjadi teman yang dapat mengerti perasaan sang anak, termasuk yang berusia remaja.
"Jadi, bersahabat, berteman, berdiskusi dan apa-apa dibicarakan bersama, sehingga anak merasa nyaman di rumah. Ini kunci utamanya," jelas Kak Seto.
Sementara itu, Dewi Alfian, salah satu orang tua yang memiliki anak usia remaja, menyebutkan selama masa pandemi, dia membebaskan anaknya untuk melakukan kegiatan apapun yang disenangi, asal positif dan sesuai dengan bakat.
"Selama pandemi anak-anak sempat merasa bosan karena tidak bisa ke mana-mana, saya bebaskan anak untuk melakukan kegiatan apapun asalkan positif dan sesuai bakatnya," kata Dewi.
#ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sebanyak 38 penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines yang jatuh di dekat Kota Aktau, pada Rabu (25/12/2024).
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.