Jepang Hajar Tunisia 4-0, Lolos ke Papan Atas Grup F
Jepang menang 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026, Ueda dan Ito bersinar, Tunisia tersingkir dari Grup F.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi baru di Jepang menemukan bahwa pelindung wajah atau face shields plastik sama sekali tidak berguna untuk mengalahkan penyebaran virus corona.
Penutup bening diuji dalam simulasi oleh Fugaku, superkomputer tercepat di dunia. Mereka menemukan bahwa hampir 100 persen tetesan udara berukuran kurang dari 5 mikrometer lolos melalui perisai. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
Satu mikrometer setara dengan sepersejuta meter.
Baca juga: Pemerintah Gratiskan Biaya Tes Swab untuk Tenaga Kesehatan
Pelindung wajah yang biasanya digunakan oleh pekerja di industri restoran, juga tidak efektif untuk menjebak tetesan yang lebih besar berukuran 50 mikrometer - sekitar setengahnya juga bisa lolos.
Penelitian dilakukan oleh Riken, pusat peneliti yang didukung pemerintah di Kobe, Jepang.
Untuk mencapai hasilnya, simulasi Fugaku menggabungkan aliran udara dengan ribuan partikel dengan berbagai ukuran.
Baca juga: Arab Saudi Bakal Mulai Buka Umrah, Segini Kuota Jemaah yang Dibolehkan
Makoto Tsubokura, seorang pemimpin tim di Riken, mengatakan masker wajah biasa harus digunakan sebagai pengganti pelindung wajah.
Para ilmuwan menguji 14 jenis penutup wajah untuk mengetahui yang berhasil dan tidak.
“Dilihat dari hasil simulasi, sayangnya efektivitas pelindung wajah dalam mencegah penyebaran tetesan dari mulut orang yang terinfeksi masih terbatas dibandingkan dengan masker,” katanya.
Tsubokura mengatakan orang-orang yang tidak disarankan untuk memakai masker wajah dapat menggunakan pelindung - tetapi hanya jika mereka berada di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan ventilasi yang baik.
Fugaku telah melakukan simulasi lain, baru-baru ini menemukan bahwa masker wajah yang terbuat dari kain bukan tenunan lebih efektif dalam mencegah penyebaran COVID-19 daripada yang terbuat dari katun dan poliester, kata outlet tersebut.
Para peneliti di Duke University membuat temuan serupa bulan lalu, menyimpulkan bahwa masker N95 paling efektif tetapi masker bedah tiga lapis dan masker kapas juga merupakan pelindung yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Jepang menang 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026, Ueda dan Ito bersinar, Tunisia tersingkir dari Grup F.
SK Bupati Kulonprogo terbit, Lurah Garongan dinonaktifkan usai jadi tersangka dugaan pungli dan kasus penyalahgunaan wewenang.
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
KSPSI sebut pabrik keramik Bekasi terancam tutup imbas harga gas industri naik, buruh khawatir PHK massal.
Konvoi pesilat berknalpot brong di Boyolali yang viral dekat RS PKU Aisyiyah menuai sorotan. DPRD mendesak penindakan tegas.
Polisi menyita 8,6 liter etomidate senilai Rp97,8 miliar di Bandara Soetta. Kenali fungsi medis dan bahaya etomidate yang disalahgunakan dalam vape.