3.229 Personel Amankan Konser Andrea Bocelli di Borobudur
Polda Jateng mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Borobudur, termasuk mengatur lalu lintas dan aspirasi warga.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Tidak jarang dalam sebuah hubungan akan muncul pertanyaan apakah pasangan yang kita pilih adalah orang yang tepat untuk mendampingi kita.
Saat perempuan memutuskan untuk menikah dengan seseorang, terkadang pertanyaan penuh keraguan itu muncul. Benarkah dia adalah pria terbaik? Apakah dia memang calon suami idaman?
Haruskah tetap menikah ketika merasa ragu-ragu? Melansir Suara.com--jaringan Harianjogja.com dari Yourtango, berikut beberapa hal yang menunjukkan bahwa kamu mungkin lebih baik tidak menikah dengannya.
Kamu tidak tertarik lagi kepadanya
Seperti perasaan cinta, ketertarikan fisik memang bisa begitu dinamis. Namun, jika kamu menikah etelah kehilangan sebagian besar ketertarikan tersebut, sebenarnya itu bukan ide bagus.
Menurut konselor hubungan dan pemilik Double Trust Dating and Realtionships, David Bennett, jika dipaksakan, ketertarikan justru akan terus menurut.
"Banyak klien saya menikah tanpa ketertarikan, berpikir itu akan menjadi lebih baik, dan hasilnya adalah frustrasi seksual sejak awal," kata dia.
Orang-orang terdekat tidak menyukainya
Orang kasmaran mungkin bisa sangat gegabah dan tak peduli walau hubungan yang dijalani ditentang teman dekat atau bahkan keluarga. Namun, nyatanya kamu akan tetap membutuhkan mereka setelah menikah.
Satu atau dua orang yang tidak suka mungkin bukan masalah. Bagaimana jika hampir semua orang di sekitarmu tidak menyukai dia? Ada baiknya mempertimbangkan pendapat mereka juga.
Kamu terus memohon agar dia menikahimu
Jika dia memang ingin menikah denganmu, seharusnya tidak perlu ada paksaan dari orang lain. Kamu pun tidak perlu selalu memohon agar segera dinikahi.
"Saya mengenal banyak pasangan yang menikah dan itu sepenuhnya didorong oleh satu pasangan, sementara yang lain merasa terseret," kata Bennett. "Ini adalah resep untuk bencana yang akhirnya terjadi, karena hati pasangan itu benar-benar tidak ada di dalamnya."
Kamu ingin mengubah pasanganmu
Bennett mengatakan, banyak orang menikah dengan harapan bisa mengubah pasangan menjadi orang yang lebih baik. Namun, itu adalah pemikiran yang salah.
"Jika pasangan Anda adalah tukang selingkuh sebelum menikah, mereka akan melakukannya setelah menikah. Jika pasangan Anda dramatis dan bertengkar dengan Anda sepanjang hari sebelum menikah, mereka akan sama setelah menikah," ujarnya.
Kamu hanya fokus pada pesta pernikahan, bukan apa yang akan dijalani seumur hidup
Bennett berkata, "Pernikahan adalah tentang berkomitmen dengan seseorang yang mencakup banyak pengorbanan dan kewajiban."
Menikah bukan hanya tentang pesta pernikahan yang mewah. Jika dia juga hanya fokus pada hal tersebut, apakah kalian benar-benar telah siap menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam berumah tangga?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Polda Jateng mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Borobudur, termasuk mengatur lalu lintas dan aspirasi warga.
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis