Facebook Down Global, Pengguna Tak Bisa Login dan Messenger Error
Facebook mengalami gangguan global, pengguna otomatis logout dan tak bisa login. Messenger dan web ikut terdampak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Perlu adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara nasional untuk mengatasi pandemi covid-19 di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono.
Menurutnya, jika secara nasional tidak bisa diterapkan, maka kebijakan itu diterapkan minimal di semua wilayah Jawa-Bali. "Ini kalau sesungguhnya jadi prioritas penanganan pandemi sudah menjadi niat NKRI yg bulat," demikian menurutnya dikutip dari akun twitternya.
Dia menjelaskan, kebijakan PSBB ketat diperlukan untuk atasi lonjakan kasus yang sangat tinggi, dan sebaiknya berlaku sampai terjadi penurunan kasus yang signifikan.
Dia menambahkan PSBB harus capai lebih 55% penduduk patuh tinggal di rumah, sekaligus meningkatkan sampai lebih 85% penduduk pakai masker (3M) sebelum dilonggarkan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan mengumumkan Jakarta kembali melaksanakan PSBB total selama dua pekan mulai 14 September 2020.
Kebijakan itu menyusul naiknya jumlah kasus covid-19 di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Facebook mengalami gangguan global, pengguna otomatis logout dan tak bisa login. Messenger dan web ikut terdampak.
Anggota DPRD Bantul Herry Fahamsyah mendukung pembahasan RUU LGBTQ agar ada kepastian hukum dan dasar pengaturan yang jelas.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada surpres pergantian Kapolri. DPR juga membantah kabar tersebut dan meminta publik tak terpengaruh isu.
Pemkab Sleman membentuk KOPI TB untuk memperkuat kolaborasi menuju eliminasi Tuberkulosis pada 2030 setelah sukses eliminasi malaria.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Menperin menyebut insentif kendaraan listrik akan diprioritaskan bagi produk bernilai tambah tinggi dan program mobil serta motor listrik nasional.