KPK Awasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis Rp268 Triliun
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Poster film Mudik - Lifelike Pictures
Harianjogja.com, JAKARTA—Selama pandemi Covid-19 ada banyak film Indonesia yang menjadi perbincangan di media sosial. Salah satunya film Mudik (2019) yang kini bisa disaksika di saluran video on demand (VOD).
Mudik bercerita tentang Aida (Putri Ayudya) dan suaminya Firman (Ibnu Jamil) yang sedang memiliki konflik dan memutuskan untuk mudik ke kampung halaman menjelang Lebaran.
Di tengah perjalanan, mereka mengalami sebuah peristiwa tragis yang membuatnya bertemu dengan Santi (Asmara Abigail), seorang perempuan desa.
Perjalanan dan pertemuan mereka dengan Santi pun pada akhirnya justru mengubah pandangan hidup Aida dan Firman tentang rumah tangga dan masa depan Aida dan Firman.
Berfokus dengan pendekatan karakter sebagai penggerak cerita, sutradara Adriyanto Dewo menempatkan banyak pecahan puzzle yang bisa penonton susun seiring berjalannya film.
Penonton segera diajak mengikuti perjalanan mudik Aida dan Firman meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman. Banyak pemandangan familiar yang disuguhkan di sepanjang perjalanan darat dengan mobil itu, mulai dari seperti apa nuansa mudik, dan tentunya kedua tokoh utamanya
Bicara tentang tokoh utama, Firman, menurut aktor Ibnu Jamil, merupakan laki-laki yang ingin segala hal cepat terselesaikan dan instan.
Ibnu Jami menjelaskan bahwa karakter ini berada di tengah masalah rumah tangga dan batinnya yang sedang bergejolak.
Sementara Putri Ayudya berpendapat, Aida yang ia perankan merupakan karakter perempuan yang cenderung memendam masalah dan berusaha menangani masalah sendiri.
Tak jauh berbeda dengan yang dijelaskan kedua lakon utama, Aida dan Firman memiliki dinamika hubungan yang cukup rumit.
Kombinasi keduanya sukses dibawakan dengan "dingin" oleh sutradara, dengan banyak mengandalkan ekspresi dan bahasa tubuh alih-alih dialog rapat dan cepat sebagai stimulus cerita. Hal ini membuat penonton harus lebih sabar untuk mengulik cerita dari kedua tokoh utama tersebut lebih dalam lagi, karena terkesan dibawakan dengan lambat.
Adriyanto juga memanfaatkan sejumlah teknik yang mendukung nuansa dingin dan tegang yang terbangun. Sejak awal, ia banyak menggunakan pengambilan gambar berdurasi panjang (long take) dan follow di sejumlah adegan
Alih-alih membuat bosan, teknik ini rasanya cukup efektif untuk menimbulkan antisipasi bagi penonton mengenai kejadian apa yang menanti karakternya. Ini juga seakan mengajak penonton benar-benar ikut dalam perjalanan para lakonnya.
Secara keseluruhan, Mudik tak hanya sekadar menampilkan perjalanan para tokohnya dari perantauan menuju kampung halaman, namun juga mengerti lebih dalam lagi mengenai arti dan makna dari kata pulang. Bukan hanya pulang ke rumah dan bertemu dengan orang-orang terkasih, namun juga pulang dari rasa hampa, rasa bersalah, dan mengenal diri sendiri.
Film Mudik yang telah berkompetisi di 4th International Film Festival & Awards Macao (IFFAM) pada Desember 2019 serta CinemAsia Film Festival pada Maret 2020 ini sudah tayang di layanan streaming Mola TV sejak 28 Agustus 2020, dengan durasi 1,5 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)