Survei DEN: Program MBG Prabowo Dongkrak UMKM Lokal
Survei DEN mengungkap program MBG berdampak besar pada UMKM, serap tenaga kerja lokal dan ciptakan ekosistem ekonomi baru.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa waktu terakhir beredar video seorang bayi yang dilempar dan diceburkan ke kolam renang oleh seorang perempuan. Dalam video tersebut terlihat seorang perempuan dengan baju bertuliskan instruktur menceburkan bayi untuk belajar berenang.
Hal ini lantas memicu reaksi warganet. Belakangan diketahui bahwa video itu diunggah oleh seorang ibu di Coloradio, Amerika Serikat, bernama Krysta Meyer.
Kala itu itu ia tengah mengajarkan, Oliver yang berusia 8 bulan untuk berenang. Meski akhirnya Oliver bisa cepat beradaptasi dan melanjutkan berenang, tapi tindakkan ini memicu perdebatan.
Baca juga: Jangan Panik, Ini Langkah Orangtua Ketika Anak Demam dan Batuk di Tengah Pandemi
Beberapa ahli memperingatkan tindakkan ini. Tapi yang ahli lain menyebut hal itu cukup aman lantaran bayi bisa berenang dengan insting mereka.

"Mereka mengajari bayi itu cara membalik dan berenang saat mereka di dalam air. Ini sebenarnya pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari bayi dan anak-anak, terutama saat mereka berada di dekat kolam dan air di halaman belakang. Ini bisa menyelamatkan nyawa," ujar Dokter Spesialis Anak, Gina Posner, MD mengutip Parents, Sabtu (27/6/2020).
Tapi tidak semua dokter setuju dengan tindakkan ini, Free N. Hess, DO Dokter Anak mengaku prihatin dengan viralnya video tersebut. Harus ada pengamanan yang ketat mencegah anak tenggelam, yang memang sering jadi penyebab kecelakaan pada anak berusia 1 hingga 4 tahun di kolam.
Menurut Hess, tidak harus dengan cara tersebut yang cukup menyeramkan, tapi bisa dengan memastikan kolam dipagari, kolam peringatan, hingga alarm pintu bagi anak, juga selalu diawasi oleh penjaga kolam yang lebih dewasa.
Baca juga: Berbagai Gejala Kanker Kulit, Seperti Bibir Pecah-pecah
"Berlatih kemampuan bertahan hidup di air dan pelajaran berenang baru bisa dimulai sejak anak berusia satu tahun. Penelitian memang menyebut pelajaran itu bisa mengurangi risiko tenggelam pada anak kecil," kata Dr. Hess.
Cara seperti dalam video Meyers sangat tidak direkomendasikan Hess, karena risiko berbahayanya cukup tinggi. Bayi bisa terluka dan bisa terbentur dasar kolam, juga risiko menahan napas.
"Mereka dipaksa masuk ke dalam air dan tidak bisa menahan napas pada waktu yang tepat, atau tidak bisa menahan napas dalam waktu yang lebih lama," katanya.
Ditambah, kata Hess ini bukanlah skenario terbaik menyelamatkan anak ketika berada di dekat air, "Kebanyakan bayi dan anak kecil akan jatuh ke air dari tepi kolam, bukan dari atas air," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Survei DEN mengungkap program MBG berdampak besar pada UMKM, serap tenaga kerja lokal dan ciptakan ekosistem ekonomi baru.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.