FIFA Didesak Putus dengan Coca-Cola, Isu Kesehatan Menguat
Koalisi global mendesak FIFA mengakhiri kerja sama dengan Coca-Cola sebelum 2030 karena dampak kesehatan dan lingkungan.
Laudya Cynthia Bella dan Engku Emran. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Emily selaku manajer Laudya Cynthia Bella, angkat bicara mengenai isu keretakan rumah tangga artisnya dengan Engku Emran. Keduanya santer dikabarkan bercerai.
Kepada wartawan, Emily mengaku tidak tahu menahu mengenai kebenaran berita tersebut. "Waduh saya nggak tahu deh tuh," kata Emily saat dihubungi pada Kamis (25/6/2020).
Dia beralasan belum bertanya langsung kepada Laudya Cynthia Bella soal isu yang tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya tersebut.
"Nggak tahu, saya belum sempat menghubungi (Bella)," sambungnya.
Emily mengatakan kalau beberapa waktu terakhir, bintang film Ambu itu memang sudah tak tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia lagi.
"Yang kedua emang Bella lagi di Jakarta mulu nggak di Kuala Lumpur," ucap Emily.
Seperti diketahui, gonjang ganjing rumah tangga mereka sudah dikabarkan sejak tahun lalu. Namun ketika dimintai konfirmasi mengenai itu, Laudya Cynthia Bella tidak pernah mau berkomentar.
Kabar retaknya rumah tangga Laudya Cynthia Bella dan Engku Emran bermula dari unggahan Instagram Story Bella. Dalam postingan tersebut dia menuliskan, foto bersama suaminya itu merupakan unggahan terakhirnya.
Mantan kekasih Raffi Ahmad ini merasa kesal karena banyak perempuan yang mendambakan suaminya. Dia pun memilih untuk membatasi foto-foto Engku Emran di media sosialnya.
Tapi kekinian, isu ini semakin marak diperbincangan setelah Engku Emran kedapatan meng-unfollow akun Instagram Laudya Cynthia Bella.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Koalisi global mendesak FIFA mengakhiri kerja sama dengan Coca-Cola sebelum 2030 karena dampak kesehatan dan lingkungan.
IHSG sempat turun hingga 4%, namun BEI menegaskan fundamental pasar kuat dengan pertumbuhan laba emiten mencapai 30%.
KPK mengungkap kasus pemerasan di Imigrasi berawal dari penyelidikan RPTKA 2025. Silmy Karim dan sejumlah pejabat jadi tersangka.
Kelulusan SMP Gunungkidul 2026 mencatat 7.935 siswa lulus. Delapan siswa tidak lulus karena mengundurkan diri sebelum ujian.
Dua penerima beasiswa Sukoharjo terancam gugur karena IPK rendah. Pemkab longgarkan syarat seleksi 2026.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.049 per dolar AS. Sentimen global, konflik Timur Tengah, dan harga minyak jadi pemicu utama.