Pemkab Temanggung Dukung Wacana Guru PPPK Jadi ASN Pusat
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Penelitian terbaru mengungkap anak yang memiliki orangtua sombong rupanya berdampak buruk bagi perkembangan sosial anak dan remaja.
Remaja yang memiliki orangtua sombong kemungkinan besar akan menghadapi hubungan sosial yang sulit saat telah dewasa.
Hal ini dibuktikan oleh para peneliti dari Universitas Virginia, Amerika Serikat, terhadap 184 pemuda.
Dalam penelitian yang ditulis di jurnal Society for Research in Child Development, ilmuwan meneliti setiap tahun mulai dari usia para remaja 13 tahun hingga usia 32 tahun.
Baca juga: Ingin Tahu Berapa Lama Virus Corona Menempel di Pakaian? Simak Ulasan Berikut..
Setengah dari kelompok itu adalah perrmpuan dan separuh lainnya laki-laki. Semua peserta tinggal di daerah perkotaan dan pinggiran kota di Amerika Serikat Tenggara dan memiliki berbagai latar belakang sosial ekonomi yang beragam.
Setiap tahun, para peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang diri mereka dan orangtuanya. Ketika mereka mencapai usia dewasa, mereka juga ditanya tentang status hubungan sosial dan tingkat pendidikan yang ditempuhnya.
Para peneliti kemudian mengumpulkan informasi dari para remaja tentang seberapa mereka disukai di lingkungan sekolahnya. Peneliti juga mengamati video setiap remaja saat berinteraksi dengan teman terdekatnya dan kemudian di masa dewasa ketika berinteraksi dengan kekasihnya.
Baca juga: Cara Aman Gunakan Toilet Umum di Tengah Pandemi Covid-19
Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa mereka yang melaporkan memiliki orangtua yang sombong saat usia mereka 13 tahun, mengalami hubungan romantis yang kurang mendukung saat usianya 27 tahun.
"Selain itu, mereka yang memiliki orangtua sombong kemungkinan lebih rendah untuk memiliki hubungan pada usia 32, dan pencapaian pendidikan yang lebih rendah pada usia 32," kata peneliti dikutip dari FOX News.
"Orangtua, pendidik, dan dokter harus menyadari bagaimana upaya orangtua untuk mengendalikan remaja justru dapat menghambat kemajuan mereka," kata Emily Loeb, penulis utama studi tersebut, dalam sebuah pernyataan.
Loeb juga mencatat bahwa orangtua yang menunjukkan perilaku sombong sering mencoba mengendalikan anak-anak dengan cara yang mengganggu dan manipulatif. Seperti gengsi menyampaikan kasih sayang dan cinta untuk mereka. Ataj meminta maaf lebih dulu pada anak jika mereka marah.
"Meskipun orang tua secara rutin berupaya membimbing anak-anak ke arah adaptasi yang sukses, mengasuh anak secara berlebihan pada masa remaja berpotensi menghambat perkembangan secara mendasar yang tidak mudah diperbaiki," tambah Joseph Allen, rekan penulis studi ini, dalam sebuah pernyataan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
SIM Keliling Bantul hadir di MPP, Gilangharjo, Wukirsari hingga Parasamya. Cek jadwal, syarat, lokasi, jam layanan, dan biayanya.
Jadwal perpanjang SIM Sleman Agustus 2026 tersedia di MPP, SCH, dan SIMMADE. Cek jadwal, lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Perpanjang SIM di Jogja Agustus 2026 bisa lewat SIM Keliling dan Drive Thru. Cek jadwal, lokasi, syarat, serta biaya perpanjangannya.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.