IHSG Menguat Usai Data PDB, Saham DCII hingga AMMN Melonjak
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Ilustrasi golongan darah./Google
Harianjogja.com, JOGJA--Golongan darah tertentu diyakini rentan terpapar virus Corona.
Siapa sangka data awal pada penelitian mengatakan jika memiliki golongan darah tertentu bisa sedikit melindungi dari SARS CoV 2 yang menyebabkan sakit Covid-19.
Mengutip Dailymail, Rabu (10/6/2020) peneliti dari perusahaan genetik 23andMe menemukan jika orang dengan tipe darah O berisiko 18 persen lebih kecil terinfeksi Covid-19.
Selain itu mereka yang juga memiliki golongan darah O dan telah terpapar, berisiko 26 persen kembali tertular Covid-19. Peneliti menyebut hal ini karena adanya hubungan gen dengan golongan darah dan virus.
Dalam penelitian, peneliti merekrut lebih dari 750.000 peserta, termasuk 10.000 peserta di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Ada sebanyak 1,3 persen dari peserta penelitian golongan darah O yang positif Covid-19.
Sebagai perbandingan, ternyata 1,4 persen dari perserta yang positif memiliki tipe darah A dan 1,5 persen orang dengan golongan darah B atau golongan AB yang semuanya terinfeksi.
Di antara mereka yang terpapar, risiko terpapar golongan darah O adalah 3,2 persen, darah A berisiko 3,9 persen, darah B sebesar 4 persen, dan darah AB berisiko.
Sayangnya, temuan belum direview ataupun belum diterbitkan dalam jurnal medis.
Selain itu penelitian ini juga belum disandarkan berdasarkan usia, jenis kelamin, indeks masa tubuh atau penyakit bawaan.
"Penelitian dan rekrutmen (peserta) sedang berlangsung, dengan harapan kita bisa menggunakan platform penelitian kami untuk bisa lebih memahami cara orang dalam merespons virus," ungkap pernyataan peneliti melalui situs 23andMe.
"Pada akhirnya, kami berharap bisa mempublikasikan temuan penelitian kami untuk bisa memberikan banyak wawasan tentang Covid-19 bagi komunitas ilmiah," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Pemerintah membentuk posko terpadu untuk menangani gempa NTT dan mempercepat pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Harga emas menguat 0,84% sepekan dan diprediksi melanjutkan reli. Emas berpeluang menguji level US$4.503 per troy ounce.
Australia dan Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gempa M7,7 di NTT yang berdampak pada ribuan warga dan menewaskan 47 orang.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.