Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, BANDUNG - Di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19), tata cara ibadah di beberapa agama mulai dikaji ulang untuk mencegah penularan virus mematikan itu. Salah satunya dalam hal shalat.
Di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), shalat berjamaah telah menerapkan social distancing atau menjaga jarak sosial.
Hal tersebut terungkap dari unggahan akun Instagram @salmanitb. Dengan judul SHALAT BERJAMAAH DENGAN SOCIAL DISTANCING DI SALMAN tersebut, shalat dilakukan dengan mengosongkan satu barisan shaf depan dan belakang. Jarak antarjemaah juga terlihat renggang.
Berikut ini keterangan video atau caption dalam unggahan @salmanitb tersebut:
Dalam situasi darurat, untuk mencegah persebaran COVID-19, shalat berjamaah di Salman ITB telah menerapkan social distancing.
Caranya, dengan mengosongkan satu barisan shaf depan dengan yang di belakangnya. Kemudian setiap jamaah memberi jarak yang cukup dengan jamaah disampingnya. Jamaah juga diimbau membawa alas sujud pribadi.
Shalat berjamaah sunnahnya saf yang lurus dan rapat. Namun dalam kondisi darurat untuk menghindari persebaran COVID-19 lewat droplet, jarak aman dijaga walaupun tidak serapat kondisi normal, asalkan tetap lurus. Pertimbangan utamanya adalah prinsip "menolak mafsadat lebih utama daripada mengambil maslahat".
Selain itu pertimbangan lain adalah bahwa rapatnya shaf shalat itu adalah untuk kesempurnaan shalat berjamaah, bukan syarat sahnya shalat.
Kami hanya berpegang pada prinsip-prinsip maqashid syari\'ah bahwa tujuan agama adalah menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta benda. Dalam kondisi jiwa berpotensi terancam seperti situasi wabah saat ini, agama masih dapat dijaga dengan memenuhi hal-hal yang wajib.
Apabila ada yang hukumnya sunat secara fiqh namun berpotensi membahayakan jiwa, maka tentu tujuan maqashid syari\'ah tidak dapat tercapai. Karena itu kami utamakan yang wajib saja tanpa sepenuhnya meninggalkan yang sunat.
Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan bagi kita untuk beribadah kepada-Nya.
Unggahan itu mendapatkan beragam komentar dari warganet.
"ada2 wae, kreatif boleh, tapi jangan dalam ibadah," tulis @ustadzakhmadalim.
"tidak perlu berlebih2an menyikapi corona." tulis @ustadzakhmadalim lagi.
"Percaya, meski kita sudah berbuat baik dan merencakan yg terbaik. Pasti akan ada yg mencela. Yakin dah... Itulah kodratnya manusia. Kita kecil, namun merasa hebat setelah belajar lama," timpal @diyanta_wiga_pratama..
"MasyaaAllah ?? disaat masjid2 lain bikin larangan sholat berjamaah dan sholat jumat di masjid, liat masjid salman tetep ada sholat berjamaah.. huhu nangeeesss ? semoga Allah selalu lindungi kita semua," tulis @riskahermayani27.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.