Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Dokter sedang melakukan perawatan pada pasien virus corona. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Obat flu buatan Jepang diklaim ampuh melawan virus Corona.
Pemerintah China menyebut obat influenza yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang, Fujifilm Holdings, efektif melawan virus corona penyebab sakit Covid-19.
Kini Beijing sudah mulai merekomendasikan obat favipiravir, yang dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical dan dijual dengan merek Avigan.
"Sangat aman dan jelas efektif," kata Zhang Xinmin, direktur Pusat Nasional China untuk Pengembangan Bioteknologi, seperti dilansir dari laman Asia Nikkei.
Fujifilm Toyama mengembangkan obat itu pada tahun 2014 dan telah diberikan kepada pasien virus corona di Jepang sejak Februari.
Uji klinis dilakukan pada 200 pasien rumah sakit di Wuhan dan Shenzhen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menerima obat ditetapkan negatif dalam waktu yang relatif singkat, selain itu gejala pneumonia juga sangat berkurang.
Pasien yang memakai favipiravir dinyatakan sembuh setelah rata-rata empat hari, lebih lama dari sebelumnya yakni 11 hari, kata Zhang.
Menurutnya tidak ada efek samping signifikan yang dialami pasien.
Percobaan klinis lain di Wuhan mengungkapkan bahwa pasien yang diobati dengan favipiravir pulih dari demam dalam rata-rata waktu 2,5 hari, dibandingkan 4,2 hari untuk pasien lain.
Gejala batuk juga membaik setelah 4,6 hari - sekitar 1,4 hari lebih awal daripada mereka yang tidak minum obat.
Hanya 8,2 persen dari pasien yang memakai favipiravir membutuhkan alat bantu pernapasan. Sedangkan 17,1 persen dari pasien dalam kelompok kontrol memakai perangkat.
Avigan telah memperoleh persetujuan di Jepang pada tahun 2014, dengan ketentuan bahwa obat itu hanya akan digunakan jika pemerintah memutuskan untuk memerangi virus influenza baru.
Namun studi juga menemukan bahwa obat tersebut dapat menyebabkan kematian atau kelainan pada janin, dan dapat ditularkan melalui air mani.
Seorang juru bicara Fujifilm mengatakan perusahaannya tidak terlibat dalam uji klinis China dan sedang mengevaluasi keputusan.
Fujifilm menandatangani perjanjian lisensi paten mengenai favipiravir dengan China Zhejiang Hisun Pharmaceutical pada 2016. Namun juru bicara itu mengatakan perjanjian itu dibatalkan tahun lalu, meskipun kedua pihak masih dalam "hubungan kerja sama."
China menyatakan telah menerima persetujuan resmi untuk memproduksi obat itu pada bulan Februari dan dapat meningkatkan produksinya dengan versi generik.
Namun juru bicara Fujifilm mengatakan hak paten favipiravir di China telah berakhir sejak tahun lalu.
Fujifilm juga menyediakan Avigan ke rumah sakit Jepang untuk penelitian klinis dan bersiap untuk melakukan tes klinis sendiri di Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.