Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi virus Corona. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA--Obat herbal diragukan kamampuannya melawan virus corona.
Peneliti di Klaster Bioinformatika Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Rafika Indah Paramita, M.Farm., Apt mengatakan obat herbal tidak bisa untuk mengobati penyakit seperti Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2.
"Untuk senyawa herbal tidak bisa terapi pengobatan apa pun, hanya membantu saja," ujar Rafika yang juga dosen di Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI usai konferensi pers tentang Covid-19 di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Jumat (14/3/2020).
Rafika menyebutkan yang bisa memberi klaim mengobati dan menyembuhkan penyakit hanya obat kimia, yakni obat tunggal yang sudah uji klinis.
Sementara, obat herbal terdiri dari banyak komponen sehingga berperan hanya untuk pendukung saja dalam penanganan kesehatan masyarakat.
"Untuk obat herbal sebenarnya tidak bisa diklaim untuk menyembuhkan atau mengobati," ujar Rafika.
Sebelumnya, jambu biji mengandung senyawa kandidat potensial yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menciptakan obat yang dapat menghambat dan mencegah virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 menginfeksi manusia, demikian hasil penelitian Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi manusia antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji dengan daging buah merah muda, kulit jeruk, dan daun kelor.
Sejumlah kajian menunjukkan jambu biji (Psidium guajava) dengan daging buah warna merah muda memiliki kandungan senyawa yakni myricetin, kuersetin, luteolin, kaempferol dan hesperidin.
"Saya tidak menyebutkan itu (jambu biji) sebagai terapi (pengobatan COVID-19) karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," tambah Rafika yang juga bagian dari tim peneliti senyawa kandidat potensial untuk mencegah virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 28 September 2026, lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.