Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Tidur siang setiap hari ternyata tak baik untuk kesehatan tubuh.
Banyak orang berpikir tidur siang sangat penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi tubuh. Tetapi, tidur siang setiap hari justru tidak sehat untuk tubuh.
Menurut sebuah penelitian, tidur siang 1-2 kali seminggu justru bisa membantu tubuh lebih sehat dan Anda hidup lebih lama.
Para peneliti dari University Hospital of Lausanne, Swiss dilansir oleh Bright Side, telah melakukan penelitian secara acak dengan merekrut 3.462 orang dewasa dari usia 35 hingga 75 tahun.
Sebanyak 58 persen orang mengaku tidak pernah tidur siang, 19 persen tidur siang satu atau dua kali seminggu, 12 persen tidur siang 3-5 kali seminggu dan 11 persen tidur siang 6-7 kali seminggu.
Para peneliti meneliti kondisi kesehatan para sukarelawan ini selama 5 tahun. Mereka menganalisis pola tidur dan kesehatan umum para peserta.
Tujuannya, mereka ingin mengetahui perbandingan risiko serangan jantung dan stroke pada orang yang tidur siang dan tidak pernah tidur siang sama sekali.
Hasilnya selama 5 tahun, ada 155 kasus penyakit jantung fatal dan non-fatal, termasuk serangan jantung, stroke dan penyakit jantung lainnya yang disebabkan oleh arteri tersumbat dan membutuhkan operasi.
Sebanyak 155 kasus jantung tersebut terdiri dari:
1. Sebanyak 93 orang tidak pernah tidur siang sama sekali
2. Sebanyak 12 orang tidur siang 1-2 kali seminggu
3. Sebanyak 22 orang tidur siang 3-5 kali seminggu
4. Sebanyak 28 orang tidur siang 6-7 kali seminggu
Dengan kata lain, orang yang tidur siang sekali atau dua kali seminggu berisiko 48 persen lebih kecil mengalami masalah jantung serius daripada yang tidak tidur siang.
Secara umum, orang yang sehat membutuhkan tidur sekitar 7-8 jam sehari. Jika Anda kurang tidur, Anda memiliki risiko aterosklerosis lebih tinggi. Karena, penumpukan plak di pembuluh darah tubuh dapat menyebabkan masalah jantung serius seiring waktu.
Menurut para peneliti, tidur siang lebih dari 3 kali seminggu bukan pilihan terbaik untuk kesehatan tubuh. Studi ini juga membuktikannya pada orang yang lebih tua, kelebihan berat badan, pria perokok yang tidur malam lebih lama daripada yang tidak tidur siang.
Sebaliknya, mereka yang tidak 1-2 kali seminggu cenderung memiliki gaya hidup yang lebih sehat dan kehidupan teratur yang memungkinkan mereka tidur siang.
Meski begitu, para peneliti mengatakan bahwa ini hanya penelitian observasional dan tidak dapat membangun hubungan langsung antara tidur siang dan kesehatan jantung.
Namun, penelitian lain pada pria Yunani menunjukkan bahwa mereka yang tidur siang teratur memiliki kemungkinan 37 persen lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung.
Jadi kesimpulannya, kondisi kesehatan orang yang tidak tidur siang setiap hari atau hanya 2-3 kali seminggu jauh lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.