Trump Masih Buka Opsi Serang Iran, Diplomasi Timur Tengah Berlanjut
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Pohon akasia di Krajan, Mojosari, Jember/iNews-Okezone
Harianjogja.com, JEMBER - Warga di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, belakangan ini sedang digegerkan dengan adanay pohon akasia yang bisa menangis.
Dosen Biologi dari Universitas Jember, Wachyu Subhan mengatakan dalam ilmiah \'tangisan\' pohon itu sesuatu yang wajar. Hal ini terjadi lantaran pohon tengah menjaga proses metabolismenya. Terlebih ketika peralihan musim dari kering ke hujan sehingga terjadi resapan air ke batang.
"Sekarang dari musim kering ke hujan, jadi secara alami, pasti ada materi-materi yang masuk ke dalam batang. Tekanan yang ada di luar dan dalam batang juga akan mengalami perbedaan. Dari sinilah tumbuhan akan melakukan stabilisasi terhadap tekanan secara alami," kata Wachyu, Minggu (19/1/2020).
Selanjutnya proses stabilisasi ini yang disebut sekresi betabolik dalam ilmu biologi. Artinya ketika tekanan besar, maka proses sekresi bisa mengeluarkan dengung.
"Ketika tumbuhan mengabsorb makanan yang banyak terjadi kelebihan dan muncul tekanan dari dalam ke luar. Bentuk pengeluarannya ada beberapa macam. Kalau dalam bentuk air stomata, itu akan muncul namanya gutasi. Jadi air netes, kalau kita di bawah pohon kesannya seperti hujan padahal tidak," terangnya.
Imbas lainnya, menurut dia, yakni keluarnya suara, di mana suara ini karena ada tekanan dari dalam ke luar, yang keluar bahan-bahan sekresi. Bahan-bahan ini bisa keluar melalui lubang kecil yang ada di batang pohon.
"Dari situ karena tekanan besar akan muncul suara terimpit kesannya seperti suara orang menangis," tutur Wahyu.
Jadi besar kecilnya suara dengungan seperti tangisan ini bergantung pada besar kecilnya pori yang ada di batang pohon. Di saat tekanan di dalam besar sementara porinya kecil, maka suara yang muncul juga besar.
"Ini yang mungkin diasumsikan seperti orang menangis," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, pohon akasia setinggi 20 meter dengan diameter 50 sentimeter di Dusun Krajan, Desa Mojosari menghebohkan warga. Pohon itu mengeluarkan suara mirip tangisan. Suara itu terdengar jelas saat orang menempelkan telinga di batang pohon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli
Seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Simak daftar 9 instansi penyelenggara, syarat umum, dan persiapan yang perlu dilakukan calon peserta.
nvestigasi mengungkap ratusan dokter palsu berbasis AI membanjiri Facebook dan Instagram untuk mempromosikan suplemen dengan klaim kesehatan yang meraguka
Ariana Grande menggugat peretas yang diduga mencuri dan menjual puluhan lagu belum dirilis, foto, serta video pribadinya melalui dark web.
BPBD Bantul telah menyalurkan 312.000 liter air bersih kepada 2.619 warga terdampak kekeringan di lima kapanewon selama musim kemarau 2026.