7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Pohon akasia di Krajan, Mojosari, Jember/iNews-Okezone
Harianjogja.com, JEMBER - Warga di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, belakangan ini sedang digegerkan dengan adanay pohon akasia yang bisa menangis.
Dosen Biologi dari Universitas Jember, Wachyu Subhan mengatakan dalam ilmiah \'tangisan\' pohon itu sesuatu yang wajar. Hal ini terjadi lantaran pohon tengah menjaga proses metabolismenya. Terlebih ketika peralihan musim dari kering ke hujan sehingga terjadi resapan air ke batang.
"Sekarang dari musim kering ke hujan, jadi secara alami, pasti ada materi-materi yang masuk ke dalam batang. Tekanan yang ada di luar dan dalam batang juga akan mengalami perbedaan. Dari sinilah tumbuhan akan melakukan stabilisasi terhadap tekanan secara alami," kata Wachyu, Minggu (19/1/2020).
Selanjutnya proses stabilisasi ini yang disebut sekresi betabolik dalam ilmu biologi. Artinya ketika tekanan besar, maka proses sekresi bisa mengeluarkan dengung.
"Ketika tumbuhan mengabsorb makanan yang banyak terjadi kelebihan dan muncul tekanan dari dalam ke luar. Bentuk pengeluarannya ada beberapa macam. Kalau dalam bentuk air stomata, itu akan muncul namanya gutasi. Jadi air netes, kalau kita di bawah pohon kesannya seperti hujan padahal tidak," terangnya.
Imbas lainnya, menurut dia, yakni keluarnya suara, di mana suara ini karena ada tekanan dari dalam ke luar, yang keluar bahan-bahan sekresi. Bahan-bahan ini bisa keluar melalui lubang kecil yang ada di batang pohon.
"Dari situ karena tekanan besar akan muncul suara terimpit kesannya seperti suara orang menangis," tutur Wahyu.
Jadi besar kecilnya suara dengungan seperti tangisan ini bergantung pada besar kecilnya pori yang ada di batang pohon. Di saat tekanan di dalam besar sementara porinya kecil, maka suara yang muncul juga besar.
"Ini yang mungkin diasumsikan seperti orang menangis," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, pohon akasia setinggi 20 meter dengan diameter 50 sentimeter di Dusun Krajan, Desa Mojosari menghebohkan warga. Pohon itu mengeluarkan suara mirip tangisan. Suara itu terdengar jelas saat orang menempelkan telinga di batang pohon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Embarkasi haji berbasis hotel di DIY diklaim sukses tanpa keluhan krusial. Sistem ini disebut lebih nyaman dan efisien bagi jemaah.
Google resmi memperkenalkan Gemini Spark, AI agent terbaru yang dapat bekerja otomatis 24 jam tanpa terus menerima perintah pengguna.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.