Setelah 11 Jam, Jasad Terakhir Korban Tabrakan KA Turangga Berhasil Dievakuasi
Korban meninggal dunia terakhir dalam kecelakaan antara KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2024) pukul 06.03 WIB
Night Bandros/Bisnis-Dea Andriyawan
Harianjogja.com, BANDUNG -- Bandung Tour on Bus (Bandros), bus wisata ikonik Kota Bandung kini ternyata tak hanya beropreasi di siang hari. Bandros kini telah beroperasi di malam hari. Rute ini dinamakan Night Bandros.
Sebagaimana namanya, Bandros ini mulai beroperasi pukul 18.30–21.00 WIB setiap Jumat dan Sabtu malam.
Rute ini menarik bagi wisatawan maupun warga Bandung yang ingin menghabiskan malam akhir pekannya untuk berkeliling kota. Rute Bandros pun dipilih melalui jalur-jalur yang banyak diminati wisatawan, seperti Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cihampelas.
Kepala UPT Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Yudhiana menuturkan, gagasan lahirnya Night Bandros karena melihat banyaknya permintaan penambahan jam operasional. Ide itu pun muncul agar wisatawan tetap bisa berwisata di malam hari.
“Lagi pula kalau malam hari suasananya berbeda. Bandung lebih romantis di malam hari, dan juga lebih sejuk,” tutur Yudhiana, kepala Humas Setda Kota Bandung.
Dishub Kota Bandung menyediakan dua rute Bandros, yakni mulai Alun-alun dan Museum Geologi. Tarif yang diberlakukan pun sama, yakni Rp20.000 sekali jalan.
“Rute ini juga melewati titik-titik menarik. Lalu karena malam hari, kita lewat lokasi yang memiliki cerita misteri di Bandung, seperti Rumah Kentang, Jalan Belitung, Taman Maluku,” imbuh Yudhiana.
Kendati belum lama beroperasi, peminat Night Bandros ini cukup banyak. Setidaknya, 15-20 penumpang selalu siap memenuhi tempat duduk di dalam bis. Dishub Kota Bandung pun menyediakan 4 bus sekali jalan untuk melayani dua rute tersebut.
“Empat bus juga masih fleksibel. Kalau animo membludak, kita siap tambah,” katanya.
Berikut rutenya:
Rute 1
Alun-alun - Jalan Banceuy - Naripan - Braga - Suniaraja - Perintis Kemerdekaan - Wastukancana - Aceh - Merdeka - Balai Kota (Dewi Sartika) - R.E. Martadinata –Ir. H. Djuanda - Surapati - Sentot Ali Basya - Diponegoro - Cimandiri - Cisanggarung - Citarum - Cilaki - Bengawan - Anggrek - Patrakomala - Gandapura - Gudang Utara - Jend. A. Yani - Asia Afrika - Alun-alun
Rute 2:
Jalan Diponegoro - Cimandiri - Cisanggarung - Citarum - Cilaki - Bengawan - Anggrek - Patrakomala - Gandapura - Gudang Utara - Jend. A. Yani - Asia Afrika - Alun-alun - Banceuy - Naripan - Braga - Suniaraja - Perintis Kemerdekaan - Wastukancana - Aceh - Merdeka - Balai Kota (Dewi Sartika) - R.E. Martadinata - Ir. H. Djuanda - Surapati - Sentot Ali Basya - Jalan Diponegoro. (K34)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Korban meninggal dunia terakhir dalam kecelakaan antara KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2024) pukul 06.03 WIB
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.