Iran Ancam Balas Serangan AS, Ketegangan Selat Hormuz Memanas
Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS setelah operasi militer di wilayah selatan negara itu memicu ketegangan baru di kawasan Teluk Persia.
Ruben Onsu dan Sarwendah. /Ist-Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Keluarga kandung Betrand Peto di Nusa Tenggara Timur (NTT) marah karena pemberitaan yang tengah viral di jagat maya.
"Mereka marah, saya bilang \'Tetap tenang dulu, sampe batas kesabaran saya sudah habis\' saya pun manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, saya tidak luput dari dosa. Saya cuma bilang, ikutin ritme saya saat ini. Karena saya ada di Jakarta, yang tahu flow-nya," ujar Ruben Onsu, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).
Lelaki 36 tahun ini pun terus mencoba mengabaikan omongan negatif warganet soal Betrand Peto. Rupanya, Ruben Onsu punya alasannya sendiri.
"Saya nggak fokus dengan konflik receh kayak gini. Tapi saya lebih fokus, untuk psikologi anak. Kalau teman-teman pelajari ini tuh perundungan kepada anak. Yang dimana saya bisa minta perlindungan ke Menkominfo. Tapi buat saya ini belum harus ke arah sana, karena saya lebih konsen dengan pendidikan anak ini," kata Ruben Onsu.
"Saya konsen jika dia menemukan pertanyaan yang harus saya pupuk pertanyaan itu, di pikiran dia. Itu yang membuat saya tidak harus ke distract masalah ini," sambungnya lagi.
Kendati begitu, Ruben Onsu mengancam ke depannya akan mengambil tindakan hukum apabila kasus perundungan kepada Betrand Peto semakin parah.
"Kalau itu sudah di luar batas saya pun harus mengambil tindakan, bukan karena saya pemarah tapi sebagai kepala keluarga. Karena istri saya ikut andil di dalamnya. Saya harus menggunakan hak saya sebagai warga negara membawa bukti lapor," tutur Ruben Onsu.
"Sampai saat ini saya sudah pegang 28 akun yang sudah saya capture semua," imbuhnya.
Seperti diketahui, nama Betrand Peto sempat menjadi perbincangan hangat warganet di Twitter. Hal itu berawal setelah beredar potongan video dia melakukan pelukan dan ciuman berkali-kali dengan ibu angkatnya, Sarwendah viral.
Sebelumnya, remaja 14 tahun ini juga menjadi sorotan saat ikut mengonsumsi ASI dari Sarwendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS setelah operasi militer di wilayah selatan negara itu memicu ketegangan baru di kawasan Teluk Persia.
Timnas Iran meminta FIFA mengizinkan pemain mengenakan ban lengan hitam saat melawan Mesir di Piala Dunia 2026 yang bertepatan dengan Hari Asyura.
Pemkot Pekalongan mengimbau warga aktif melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. DPMPPA membuka layanan pengaduan 24 jam dan menyediakan rumah.
WhatsApp kena serangan spyware NSO Group. Meta tuding langgar putusan pengadilan AS. Aktifkan Strict Account Settings untuk lindungi akun Anda.
Selain akses mudah, SatuSatu menawarkan berbagai layanan lengkap yang memudahkan Anda mengeksplorasi Jogja tanpa ribet. Anda bisa pesan tiket masuk ke berbagai
Kenaikan harga kain akibat pengaruh dolar AS memangkas keuntungan perajin batik Pekalongan hingga 40 persen. Pelaku usaha mengandalkan inovasi dan efisiensi unt