Ada Pelantikan Presiden di Jakarta, Konser K-Pop Batal
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Ilustrasi/Imt.ie
Harianjogja.com, JAKARTA--Journal of American College of Cardiology 2019 menyebut bahwa efek rokok bagi perokok perempuan muda di bawah 50 tahun ternyata lebih mengerikan.
Perempuan yang merokok pada usia 18-49 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung 13 kali lebih tinggi dari pada mereka yang tidak merokok. “Penelitian ini menyoroti dampak risiko rokok terhadap kejadian serangan jantung, khususnya terhadap perempuan yang masih muda,” ujar penulis penelitian Ever Grech, Ahli Jantung di Yorkshire Cardiothoracic Center, Northern General Hospital Sheffield, Inggris.
Dia mengatakan bahwa penelitian ini harapannya akan mengubah persepsi perokok muda bahwa risiko serangan jantung hanya pada masa tua nanti.
Kabar baiknya, ketika si perokok perempuan berhenti merokok, risiko serangan jantung menjadi turun drastis. "Kebalikannya justru mengejutkan, dan seharusnya membuka pikiran bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan jangka panjang dari sekarang,” ujar Grech.
Grech dan rekan-rekannya mempelajari data selama 5 tahun terhadap pasien dengan ST elevation myocardial infarction (STEMI) yang terjadi karena penyumbatan arteri koroner di rumah sakit mereka. Grech dkk., membandingkan 3.343 pasien STEMI dengan data pasien yang dilayani oleh South Cardiothoracic Centre South Yorkshire selama 3 tahun dengan informasi yang dikumpulkan tentang penduduk berusia 18 tahun dari United Kingdom Office for National Statistics.
Setelah menganalisis semua data, para peneliti mendapatkan hasil bahwa merokok terkait dengan dengan peningkatan risiko STEMI yang lebih besar secara signifikan pada perempuan dari pada pria. Dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok, perokok perempuan memiliki risiko 6,62 kali lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung, sedangkan perokok laki-laki hanya 4,40 kali lebih berisiko.
Perokok muda, perempuan di bawah usia 50 tahun yang paling terlihat memiliki risiko tertinggi. Mereka 13,22 kali lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Perokok laki-laki dalam kelompok usia yang sama hanya 8,6 kali lebih mungkin mengalami STEMI dibandingkan dengan nonperokok.
Para peneliti juga menemukan risiko STEMI pada perempuan yang telah berhenti merokok selama satu bulan turun kembali ke risiko yang rendah seperti nonperokok. Grech mencurigai alasan meningkatnya risiko STEMI pada perempuan yang lebih muda terkait dengan d hormon estrogen. " Efek perlindungan estrogen pada perokok perempuan muda dirusak oleh dampak kuat dari merokok," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Follow Gyeonggi K-Culture Festa 2019 dibatalkan. Sedianya, acara tersebut diselenggarakan pada 1920 Oktober 2019 di Istora Senayan Jakarta.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.