Gempa M7,7 Flores, Sejumlah Bangunan di Kota Bima Rusak
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
Ilustrasi olahraga lari/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Risiko akan muncul jika seorang pelari melakukan lari jarak jauh tetapi tidak memiliki persiapan sebelum melaksanakannya.
Dokter dari RS Mitra Kemayoran dan Klinik Slim n Health Jakarta, dr Michael Triangto Sp.KO dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (14/7/2019) mengatakan olahraga lari memiliki risiko mulai dari yang ringan hingga yang paling parah adalah kematian.
"Dalam perkembangan fenomena olahraga lari ini juga terdapat berbagai kasus ringan seperti cedera, terkilir, overused injury, dehidrasi, hingga yang berat seperti pingsan bahkan meninggal," katanya.
Kasus-kasus risiko berat tersebut pun dinilai sebagai puncak gunung es karena banyak kejadian pingsan atau kematian akibat olahraga lari yang tak terlaporkan.
"Dalam catatan sejarah olahraga marathon yang berawal dari Pheidippides, seorang prajurit Yunani yang berlari sejauh 42.195 km ke Athena untuk memberitahukan kemenangan perang di marathon yang berakhir dengan kematiannya. Mengingatkan kita kalau berlari sejauh itu dapat berakibat fatal bila tidak memiliki kesiapan fisik yang prima," katanya.
Untuk itu, ia berpendapat peran serta dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai permasalah yang ada, menekan terjadinya gangguan kesehatan dan tetap menjaga tren positif dari olahraga lari yang hingga saat ini masih digemari oleh masyarakat.
Dia menganjurkan seseorang yang ingin mengikuti perlombaan lari agar mengikutinya secara bertahap mulai dari kelas 5 km, 10 km, dan separuh marathon.
"Pelari itu sendiri yang harus memeriksakan kesehatan maupun kebugaran tubuhnya secara teratur, dinyatakan dalam bentuk sertifikat kesehatan untuk berlari dalam tingkatan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan demikian diharapkan tidak akan ada pemula yang dapat langsung mengikuti lomba marathon tanpa melalui 5 km, 10 km, half marathon terlebih dahulu," katanya.
Setelah cek kesehatan, pelari itu sendiri juga disarankan untuk mengatasi masalah kesehatan pada dirinya apabila memang terbukti ditemukan suatu penyakit.
Ia mengatakan olahraga lari sangat baik untuk kesehatan dan kebugaran, namun perlu diketahui bahwa juga terdapat risiko yang mungkin terjadi apabila tidak dilakukan secara tepat.
"Dari sudut kedokteran olahraga, kami melihat peningkatan minat masyarakat dalam berolahraga lari ini merupakan kabar baik yang diharapkan mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan dapat mengurangi terjadinya penyakit-penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, kolesterol darah tinggi dan penyakit-penyakit lainnya, bilamana kita mampu mengantisipasi hal–hal negatif yang mungkin terjadi," demikian Michael Triangto .
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)