Advertisement
Garam Bukan Musuh Semua Orang, Ini Penjelasan Ahli Jantung
Garam - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Selama bertahun-tahun garam kerap dicap sebagai musuh kesehatan. Berbagai tren diet dan anjuran kesehatan menekankan pentingnya mengurangi konsumsi garam. Namun, menurut ahli jantung dan spesialis transplantasi jantung, Dr. Dmitry Yaranov, perspektif itu tidak sepenuhnya tepat.
Dikutip dari Hindustan Times, Yaranov menjelaskan bahwa garam tidak selalu berbahaya. Justru, natrium sangat penting bagi tubuh, terutama dalam fungsi saraf, kontraksi otot, pengaturan cairan tubuh, hingga stabilitas tekanan darah. Namun, ada kelompok tertentu yang harus mewaspadai konsumsi garam berlebih.
Advertisement
“Pada tubuh tertentu, garam bukanlah bumbu. Garam adalah bahan bakar bagi penyakit,” ujar Yaranov.
1. Pasien Gagal Jantung
BACA JUGA
Yaranov memaparkan bahwa natrium berlebihan dapat memicu retensi cairan pada pasien gagal jantung. Kondisi itu memperburuk penumpukan cairan dalam tubuh, meningkatkan risiko rawat inap, bahkan berdampak pada menurunnya angka harapan hidup.
2. Hipertensi Resisten
Bagi pasien hipertensi resisten—yang membutuhkan tiga hingga empat obat untuk menstabilkan tekanan darah—garam bisa menjadi pemicu serius.
“Jika tekanan darah Anda membutuhkan tiga hingga empat obat, garam bukanlah 'netral'. Ini adalah sabotase,” tegasnya.
3. Penyakit Ginjal Kronis
Pada penderita penyakit ginjal kronis, pembatasan garam menjadi langkah penting. Asupan natrium yang tinggi dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal serta menyulitkan pengendalian volume cairan dalam tubuh.
4. Hipertensi Portal dan Asites
Konsumsi garam berlebih juga memperburuk hipertensi portal—tekanan darah tinggi pada sistem vena portal akibat sirosis hati. Retensi natrium dapat memperparah asites dengan meningkatkan tekanan di rongga perut.
5. Lansia dengan Kekakuan Pembuluh Darah
Pada lansia, pembuluh darah yang menua tidak lagi mampu menangani natrium secara efisien. Hal ini membuat kelebihan garam lebih berisiko memicu penyakit kardiovaskular dibandingkan usia muda.
Meski demikian, Yaranov menegaskan bahwa garam bukanlah musuh bagi semua orang. Pada tubuh dengan kondisi normal, natrium tetap menjadi komponen vital. “Garam bukanlah musuh bagi semua orang. Garam tidak menghancurkan umat manusia. Saran kesehatan yang terlalu disederhanakanlah yang melakukannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




